Komisi C DPRD Jateng Pantau Pelayanan Panti Sosial

Komisi C DPRD Jateng Pantau Pelayanan Panti SosialSEMARANG (Asatu.id) – Komisi C DPRD Jateng berkunjung ke Panti Pelayanan Sosial Eks Psikotik ‘Bina Sejahtera’ Wonosari Kabupaten Kendal, baru-baru ini. Tujuan kunjungan adalah memantau kinerja pelayanan publik panti-panti sosial milik Pemprov Jateng.

Anggota Komisi C DPRD Jateng Ahmad Ridwan mengaku tak bisa menyembunyikan rasa harunya dan mengapresiasi kerja keras yang ikhlas dari para pengelola panti saat melayani para penerima manfaat dari kalangan eks psikotik.

“Biasanya, yang kami tanyakan itu tentang pendapatan, tapi di sini kami tidak tega menanyakan hal seperti itu. Namun, kami bangga melihat kinerja para petugas dalam melayani para penerima manfaat yakni eks penyandang psikotik yang sebelumnya telantar,” kata Legislator PDI Perjuangan itu.

Ahmad Ridwan dan rombongan juga merasa bangga dan haru, karena saat kunjungan ke panti itu timnya langsung disambut dan diterima oleh Nur Hadi Amiyanto, Kepala Dinsos Jateng.

Anggota Komisi C lainnya, Sarwono, juga mengapresiasi sambutan pihak panti. Menurut Politikus PDI Perjuangan itu, pengelola panti yang hanya 9 orang, terdiri dari 3 PNS dan 6 pegawai kontrakan telah mendarmabhaktikan dirinya melayani orang-orang telantar maupun ditelantarkan keluarganya dengan baik.

Namun, Sarwono sempat heran menyimak laporan bahwa luas lahan panti ‘Bina Sejahtera’ kini tinggal 4,6 hektare. Padahal, sekitar 10 tahun lalu lahan panti keseluruhan ada 10 hektare.

“Tolong, apabila masih bisa diselamatkan. Tetapi, jika Pemprov sudah mengikhlaskannya, ya apa boleh buat,” kata Sarwono.

Panti ‘Bina Sejahterai kini mengayomi 50 penerima manfaat di Wonosari dan 187 lainnya di Boja. “Yang di Boja itu sudah relatif sembuh, lha yang di sini (Wonosari) bisa disebut belum sembuh dan masih memerlukan penanganan medis maupun nonmedis lebih intens,” jelas Nur Hadi Amiyanto.

Ke depan, kata dia, yang relatif sudah sembuh akan ditempatkan di panti yang ada di Wonosari dengan kegiatan yang lebih produktif seperti pemberdayaan lahan yang cukup luas. Sedang yang masih baru atau kondisi psikopatiknya masih parah dipindah ke Boja.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *