Guru di Jateng Terus Berinovasi Ciptakan Stimulan

SEMARANG (Asatu.id) – Ketua PGRI Jawa Tengah, Widadi mengatakan, guru-guru di Jawa Tengah gencar melakukan inovasi dengan menciptakan segala stimulan. Inovasi merupakan hal mutlak yang harus dilakukan guru, terlebih untuk menyiapkan generasi yang siap menjajaki masa revolusi industri 4.0.

“Beragam lomba, loka karya serta pelatihan terus kita lakukan. Dan hal itu akan semakin luar biasa dengan laboratorium pendidikan Jawa Tengah yang akan disiapkan Pak (gubernur) Ganjar,” tandasnya.

Hal itu dikatakan Widadi pada puncak peringatan HUT ke-73 PGRI dan Perayaan Hari Guru Nasional tingkat Jawa Tengah, di Balairung Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Sabtu (8/12).

Dalam acara yang dihadiri sekitar 1.000 guru dari seluruh Jawa Tengah itu, juga hadir Ketua Umum PB PGRI Unifah Rosyidi. Begitu pula Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga hadir dan memberi sambutan.

Gubernur menegaskan, saat ini pemerintah terus berupaya meningkatkan kemakmuran guru, termasuk guru non-PNS, dengan ditandatanganinya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) oleh Presiden Joko Widodo. Hal itu juga sebagai kado istimewa pada peringatan Hari Guru Nasional di Bogor beberapa waktu lalu.

“Guru-guru kemarin sudah diberikan satu fasilitas yang lebih baik khususnya yang punya problem dengan status honorer. Presiden sudah mengeluarkan PPPK, mestinya mereka lebih tenang hari ini sehingga pendapatannya jauh lebih baik,” kata Ganjar.

Gubernur juga menegaskan, pihaknya bersama jajarannya siap gila-gilaan mengurus pendidikan, terutama dalam menghadapi revolusi industri 4.0. Bahkan, pihaknya akan menggandeng Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), membangun laboratorium pendidikan. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *