Akademi Komunitas Berbasis Pesantren Segera Direalisasi

SEMARANG (Asatu.id) – Pendidikan vokasi di pesantren harus dikembangkan, tidak hanya berhenti pada teknik elektro, teknik mesin, atau teknik komputer di SMK saja seperti yang terjadi selama ini. Tetapi harus dikembangkan sesuai dengan potensi di daerahnya.

Karena tuntutan era teknologi saat ini, Kementerian Riset Teknologi Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) pun mendorong pesantren untuk meningkatkan pendidikan santrinya ke jenjang pendidikan tinggi. Tujuannya untuk meningkatkan daya saing di industri dan mengembangkan potensi daerahnya.

“Program Kemenristekdikti menginginkan para santri ditingkatkan kualitasnya ke pendidikan tinggi melalui jembatan yang namanya akademi komunitas. Bahkan kementerian menargetkan akan ada 30-40 pondok pesantren yang memiliki akademi komunitas di tahun 2019-2020,” kata Ketua Tim Percepatan dan Pendampingan Pembentukan Akademi Komunitas Berbasis Pesantren di Jawa Tengah, Agus Jui Purnawan.

Alasan Kemenristekdikti membentuk akademi komunitas, kata Agus, karena saat ini telah banyak pondok pesantren (Ponpes) yang sudah memiliki jenjang pendidikan SMA/SMK. Karena tuntutan era teknologi saat ini, Ponpes harus didorong untuk meningkatkan ke jenjang pendidikan tinggi.

Di Jawa Tengah, saat ini terdapat lebih dari 90 pondok pesantren yang memiliki pendidikan SMK, namun baru ada dua akademi komunitas. “Kami ingin ke depan lebih banyak ponpes yang punya akademi komunitas,” tutur Agus.

Nantinya, pendidikan vokasi melalui akademi komunitas memiliki status yang sama dengan perguruan tinggi lain, dengan jenjang pendidikan Diploma Satu (D-1) dan Diploma Dua (D-2). Hal ini diyakini sebagai salah satu upaya meningkatkan Global Competitiveness Index, khususnya di bidang higher education and training.

Untuk merealisasikan program itu, Kemenristekdikti akan bekerja sama dengan Konsorsium Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) dan Yayasan Penabulu. Langkah awalnya dengan mengadakan berbagai kegiatan.

Misalnya kegiatan Sosialisasi, Launching Gerakan Akademi Komunitas Berbasis Pesantren, dan Pameran Industri seperti yang digelar di Gedung Gradika Bhakti Praja, Jalan Pahlawan, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (6/12) lalu.

Dalam kegiatan yang diikuti pelaku Industri, perguruan tinggi, serta 99 pesantren di Jawa Tengah itu dilakukan penandatanganan kesepahaman bersama antara LPTNU dengan 7 perwakilan industri dan 7 perwakilan perguruan tinggi untuk mendukung Gerakan Akademi Komunitas Berbasis Pesantren.

Menurut Agus Jui Purnawan, kegiatan ini bertujuan  menyosialisasikan bentuk dan persyaratan pendirian Pendidikan Tinggi Akademi Komunitas yang dikelola oleh kelompok masyarakat (swasta). Juga untuk menyosialisasikan nilai-nilai dasar bela negara kepada masyarakat umum. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *