75 Hari Kampanye, 27.981 APK di Jateng Ditertibkan

SEMARANG (Asatu.id) – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jateng merilis penertiban Alat Peraga Kampanya (APK) yang terjadi di berbagai tempat di Jawa Tengah.

Kurang lebih sebanyak 27.981 APK ditertibkan dalam kurun waktu selana 75 hari pelaksanaan kampanye.

Pelanggaran aturan itu terdiri dari APK dipasang di tempat yang dilarang sebanyak 27.669, APK yang terpasang dibranding mobil kendaraan umum 309, serta APK yang mengandung materi yang dilarang sebanyak 3 buah.

Sementara jenis APK yang ditertibkan terdiri dari berbagai jenis, seperti spanduk, poster, stiker, baliho, dan lain-lain. Puluhan ribu APK yang ditertibkan itu tersebar di berbagai kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Divisi Humas dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Jawa Tengah Rofiuddin mengatakan, sesuai dengan UU Pemilu dan PKPU Kampanye, salah satu metode kampanye adalah pemasangan Alat Peraga Kampanye di tempat umum. Namun, pasal 34 PKPU tentang Kampanye juga mengamanatkan beberapa ketentuan terkait pemasangan alat peraga kampanye itu.

“Misalnya lokasi pemasangan alat peraga kampanye dilarang berada di tempat ibadah, termasuk halaman; rumah sakit atau tempat pelayanan kesehatan; gedung milik pemerintah; dan lembaga pendidikan (gedung dan sekolah),” katanya, Minggu (9/12).

Pasal 298 ayat (2) UU 7/2017 tentang Pemilu, lanjut Rofiuddin, menyebutkan pemasangan alat peraga kampanye pemilu oleh pelaksana kampanye pemilu dilaksanakan dengan mempertimbangkan etika, estetika, kebersihan, dan keindahan kota atau kawasan setempat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Adapun pemasangan alat peraga kampanye pemilu pada tempat yang menjadi milik perseorangan atau badan swasta harus dengan izin pemilik tempat tersebut,” ungkapnya.

Hal ihwal pemasangan APK di tempat umum tersebut juga harus berdasarkan pada peraturan daerah di kabupaten/kota masing-masing.

“Masing-masing pemerintah kabupaten/kota sudah menetapkan mana saja zona yang bisa dipasangi alat peraga kampanye dan mana saja zona yang tak diperbolehkan dipasangi alat peraga kampanye,” tandasnya.

Oleh karena itu, Bawaslu Jawa Tengah mendesak kepada peserta pemilu agar selalu taat pada aturan pemasangan alat peraga kampanye.

“Jangan sembarangan memasang alat peraga kampanye di tempat-tempat yang dilarang. Selain melanggar aturan juga akan mengganggu keindahan berbagai sudut tata ruang wilayah,” imbuhnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *