Sepanjang Tahun 2018 KPK Terima Ribuan Laporan Penyelewengaan Dana Desa

Sepanjang Tahun 2018 KPK Terima Ribuan Laporan Penyelewengaan Dana DesaSEMARANG (Asatu.id) – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata mengungkapkan, di sepanjang tahun 2018 ini pihaknya telah menerima ribuan laporan dari masyarakat berkait dengan penyelewengan dana desa.

Hal itu dikatakannya saat hadir mengisi kuliah umum di Universitas Dian Nuswantoro, kemarin. Dalam kesempatan itu, Marwata memberikan materi berkaitan dengan partisipasi masyarakat dalam pemberantasan korupsi.

“Laporan yang kami terima ini kami koordinasikan dengan kementerian desa, kementerian dalam negeri dan aparat penegak hukum,” ujarnya.

Dijelaskan, banyaknya kasus penyelewengan dana desa salah satunya dipengaruhi oleh minimnya keterlibatan masyarakat dalam melakukan pengawasan. Menurutnya, masyarakat banyak yang apatis dan tidak peduli terhadap pengawasan dana desa sehingga potensi terjadinya penyimpangan pun lebih besar.

“Yang perlu kita dorong adalah bagaimana masyarakat itu bisa turut aktif,” tegasnya.

Sementara itu, lanjut dia, KPK akan selalu menekankan agar upaya pemberantasan korupsi oleh oknum desa ini dapat terlaksana dengan baik. Bahkan, diakuinya, untuk kepala desa yang tertangkap melakukan tindak korupsi akan diminta untuk mengembalikan dan dilakukan pemecatan.

“Itu pun sudah memberikan efek jera. Nggak semua harus dipenjara, pecat saja sudah,” tegasnya.

Namun begitu, dijelaskan pihaknya akan memroses laporan-laporan yang masuk baik korupsi dalam skala besar maupun kecil.

“Kita harus lihat nilainya juga, jangan hanya korupsi 5jt atau 10jt. Ya meskipun sama-sama korupsi itu kita proses. Percuma lah kalau misalnya ibaratnya jangan sampai kita kehilangan kambing tetapi untuk mencari kambing itu kita harus menjual sapi, nggak efektif,” paparnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *