KNTI Gelar Talkshow Obrolan Bahari

KNTI Gelar Talkshow Obrolan BahariSEMARANG (Asatu.id) – DPD KNTI Kota Semarang kembali menggelar kegiatan talkshow “Obrolan Bahari”, kali ini dengan tema Peranan Perempuan dalam Pembangunan Bangsa. Dhini Sastroatmodjo yang dikenal sebagai aktivis perempuan dalam bidang maritime menjadi narasumbernya dalam kegiatan rutin ini (7/12).

Dalam pemaparannya Dhini menyampaikan bahwa, banyak sekali peranan yang dapat diambil oleh perempuan, adapun untuk masyarakat pesisir adalah menjadikan mereka lebih peduli lagi terhadap pendidikan dan kesehatan.

“Kita bias melakukan pemberdayaan kepada masyarakat pesisir, terutama memberikan perhatian dibidang pendidikan. Fasilitas pendidikan dipelesok-pelosok masih minim, perlu kita bantu,” ujar Dhini.

Dhini bersama komunitas yang dibangunnya bersama lima kawannya yakni Damar Nusantara, melakukan perjalanan ke pelosok-pelosok negeri terutama di Indonesia timur. Disana ia melihat bahwa akses pendidikan masih kurang, baik sarana prasarana ataupun jarak yang cukup jauh.

“SD di pulau ini, SMP di pulau sana, dan SMA di kota sana, akses anak-anak nelayan cukup jauh untuk bersekolah,” terang Dhini yang menceritakan perjalananya selama di Raja Empat.

Lanjut Dhini, ada 3 point yang secara garis besar bias dilakukan oleh perempuan dalam upaya berperan bagi pembangunan bangsa yakni, kontributif, partisipatif dan aspiratif.

“Peran kontributif sebagai perempuan adalah dapat bermanfaat terhadap sesama, peran partisipatif perempuan adalah dapat memaksimalkan diri untuk melakukan kegaiatan positif seperti ikut memastikan keberjalanan kebijakan publik agar tepat sasaran. Sedang peranan aspiratif adalah ikut serta dalam memperjuangkan permasalahan yang ada, seperti ikut dalam menyuarakan perdamian dunia,” jelas Dhini yang sangat terinspirasi oleh Meghan Maskle.

Sambung Dhini, dalam memulai kegiatan pengabdian atau social tidak melulu bicara soal materi, namun lebih mengedepankan niat. Komitmen, visi misi sangat penting ketika kita memulai untuk mengabdikan diri.

“Bagi saya kegiatan social adalah bagian dari hidup, penyeimbang hidup dari rutinitas pekerjaan sehari-hari. Jadilah versi terbaik dari diri kalian, pilih pengabdian yang sesuai dengan keahlian, nantinya versi tersebut bias menghantarkan kepada kebahagian,” terang Dhini yang kesehariannya bekerja sebagai Staff DPR RI.

Kegiatan yang bertempat di ruang studio mini Pusat Informasi Publik (PIP) Kota Semarang ini dihadiri oleh 95% perempuan dari berbagai kalangan.

Staf Muda bidang pemberdayaan perempuan KNTI Kota Semarang, Esha Strnadiva, mengungkapkan bahwa kegiatan ini digelar karena masih adanya diskriminasi terhadap perempuan di kalangan masyarakat pesisir.

“Perempuan belum sepenuhnya bias mengembangkan potensi mereka dalam bidang maritime dan khususnya perempuan daerah pesisir. mereka yang bekerja menjadi nelayan juga mengalami kesulitan, oleh karena itu diadakannya Obrolan Bahari ini agar dapat menggugah dan mendorong mereka untuk menjadi pribadi yang lebih mandiri dan kreatif,” terang Esha yang merupakan mahasiswa UNDIP.

Lanjut Esha, Obrolan bahari sebagai media untuk tukar pikiran, agar kita lebih tahu mengenai bagaimana kondisi perempuan di daerah pesisir. Selanjutnya kita akan mengerti kondisi mereka, dan harapannya dapat membantu untuk memajukan kesejahteraan mereka.

Fani salah satu peserta yang merupakan seorang mahasiswa mengungkapkan bahwa, materi yang disampaikan luar biasa, bias membuka mindset dan memacu semangat untuk bias terus berbuat baik untuk orang banyak.

“Semoga wanita-wanita hebat di luar sana bias menjadi pelepor masa kini dan masa depan, untuk diri sendiri, anak, nusa dan bangsa,” ujar Fani yang merupakan mahasiswa Fakultas Hukum Undip.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *