Semarang Jadi Tuan Rumah TEMU Coworking Indonesia 2018

Semarang Jadi Tuan Rumah TEMU Coworking Indonesia 2018SEMARANG (Asatu.id) – Coworking space telah berkembang luas dan menjadi sebuah jaringan atau komunitas bagi pekerja kreatif di berbagai coworking space di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri saat ini terdapat lebih dari 219 coworking space yang tersebar di seluruh Indonesia.

Menjamurnya jumlah coworking space menjadi angin segar untuk ekosistem ekonomi kreatif dan ekonomi digital di Indonesia. Coworking space menjadi salah satu elemen penting dalam ekosistem ekonomi kreatif yang perlu dimaksimalkan potensinya.

Melihat potensi tersebut dan sebagai bentuk dukungan terhadap industri coworking, Perkumpulan Coworking Indonesia kembali menggelar kegiatan TEMU Coworking Indonesia 2018. Dan tahun ini Kota Semarang didaulat menjadi tuan rumah penyelenggaraan.

Kegiatan ini merupakan ajang berkumpul, berdiskusi dan berbagi pengetahuan para pemilik dan pengelola coworking space di Indonesia untuk lebih memahami industri, model bisnis yang tepat dan masa depan coworking space.

Bersama Bank Rakyat Indonesia (BRI), TEMU Coworking Indonesia 2018 akan diselenggarakan selama 3 hari mulai 7-9 Desember 2018 di Kawasan Kota Lama, Semarang. Kota Semarang dipilih menjadi lokasi TEMU Coworking Indonesia 2018, karena ekosistem kreatif di Kota Semarang tengah berkembang pesat.

Terbukti saat ini banyak bermunculan coworking space yang berperan sebagai community hub dan ecosystem builder.

Gatot Hendraputra selaku Band Leader Impala Space mengatakan dalam komunitas coworking Indonesia sendiri, Kota Semarang dengan beberapa coworking di dalamnya dikenal sebagai kota yang cukup aktif berkembang dan berkontribusi untuk ekosistem kreatif di dalamnya.

“Hal inilah yang menjadi salah satu alasan dipilihnya Kota Semarang menjadi tuan rumah Temu Coworking Indonesia 2018 untuk menjadi ajang pembelajaran antar pelaku industri coworking di seluruh Indonesia, dengan semangat kolaborasi antar komunitas yang terkoneksi, sesuatu yang selalu dimiliki Kota Semarang bahkan sejak jaman pra kemerdekaan,” ungkapnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *