Hanik : Penertiban PKL Harus Dibarengi dengan Solusi

SEMARANG (Asatu.id– Anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang Hanik Khoiru Solikah mengatakan, penertiban pedagang kaki lima (PKL) liar harus dibarengi dengan solusi bagi keberlangsungan mereka untuk tetap dapat berjualan.

Pernyataan itu dilontarkan Hanik, menyusul penertiban terhadap puluhan PKL Kokrosono yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang, Rabu (5/12).

“PKL juga merupakan salah satu penggerak perekonomian di Kota Semarang, sehingga harus diperlakukan dan dibina dengan baik. Mereka perlu diberikan sosialisasi dan solusi yang tepat,” kata Hanik, Kamis (6/12).

Politisi PDI Perjuangan itu mengungkapkan penertiban terhadap PKL liar merupakan salah satu dari penataan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Semarang, di mana saat ini sudah berjalan dengan baik. Namun demikian, lanjut dia, perlu adanya pendekatan dan sosialisasi yang tepat, sehingga dalam proses penertiban tidak menimbulkan gejolak.

“Ada baiknya sebelum dilakukan penertiban, Dinas terkait melakukan musyawarah dengan para pedagang, dan memberikan tempat relokasi yang layak. Seperti halnya PKL Karangtempel yang saat ini direlokasi di kawasan MAJT. Kita apresiasi itu,” ungkapnya.

Kesadaran akan aturan kawasan larangan bagi PKL, kata Hanik, juga harus dipahami oleh para pedagang. Sehingga pada saat dilakukan sosialisasi maupun penertiban pedagang bisa menerima untuk dilakukan penataan.

“Kadang ada juga PKL yang bandel. Sudah dilakukan sosialsasi, tapi tidak mau pindah. Padahal mereka sudah disediakan relokasi. Kondisi ini yang membuat sulit untuk dilakukan penataan. Kalau belum dioyak-oyak, ya tidak mau pindah,” ungkapnya.

Berkaitan dengan hal tersebut, menurut Hani, Komisi B DPRD Kota Semarang akan melakukan komunikasi dan koordinasi dengan Dinas Perdagangan Kota Semarang guna meminta penjelasan terkait masa depan PKL Kokrosono.

“Kita akan komunikasikan dengan Pimpinan Dewan untuk berkoordinasi dan mengagendakan pertemuan dengan Dinas Perdagangan.  PKL Kokrosono itu sebenarnya mau dikemanakan, relokasi di mana, jumlah pedagang berapa, konsepnya seperti apa, nanti kita bahas semua itu,” imbuhnya.

Seperti diberitakan, tim gabungan dari Kecamatan Semarang Tengah, Satuan Polisi Pamong Praja (Satop PP), Dinas Perdagangan, Dinas Perhubungan dan Kepolisian melakukan penertiban terhadap puluhan PKL yang berjualan di sepanjang pedestrian Jalan Kokrosono, Kelurahan Pindrikan Lor, Kecamatan Semarang Tengah, Rabu (5/12).

Dalam penertiban itu, satu pedagang terpaksa diamankan petugas karena melawan saat hendak ditertibka. Pada penertiban, tim gabungan juga dilakukan penyitaan terhadap seluruh barang dagangan untuk dilakukan pendataan. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

1 Respon

  1. Sudjarwoko berkata:

    Setuju apa yg disampaikan bu hanik tdk asal menertibkan dan menggusur dan harus solusi mau dikemanakan PKL tersbt

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *