Bawaslu Kota Semarang Temukan 2.278 Pemilih Ganda

Bawaslu Kota Semarang Temukan 2.278 Pemilih GandaSEMARANG (Asatu.id) – Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Semarang Muhammad Amin mengatakan, pihaknya menemukan dugaan nama pemilih ganda sebanyak 2.278 nama dalam Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan tahap II (DPTHP2).
“Jumlah itu meliputi pemilih ganda antar kecamatan dan ganda dalam satu kecamatan,” Katanya, Kamis (6/12).
Lebih lanjut Amin mengungkapkan, data tersebut ditemukan usai dilakukan pencermatan pada DPTHP.
“Banyaknya temuan pemilih ganda itu dikarenakan belum sinkrionya pemetaan dan penyisiran yang dilakukan oleh KPU dan jajaran Bawaslu,” ungkapnya.
Pemilih yang diduga ganta itu, Lanjut Amin diidentifikasi pada nama, tanggal lahir, nomor KK, dan alamat yang sama.
“Ditemukan juga data pemilih yang sudah meninggal dunia sebanyak 485 pemilih, pindah domisili sebanyak 340 pemilih, TNI/Polri sebanyak 2 pemilih, dan usia dini sebanyak 4 orang dan pemilih baru sebanyak 48 orang,” ungkapnya.
Sementara Koordinator Divisi Pengawasan, Humas dan Hubungan antar Lembaga Bawaslu Kota Semarang, Nining Susanti menyatakan, dalam DPTHP2 ini juga masih ada pemilih yang dikategorikan invalid.
“Hasil pencermatan kami masih terdapat invalid nama sebanyak 8 pemilih, invalid KK sebanyak 95 pemilih, invalid NIK sebanyak 122, invalid tanggal lahir 51 pemilih,” katanya.
Olehkarenanya, Ia berharap sebelum penetapan DPTHP tahap III, data-data hasil pengawasan Bawaslu tersebut segera ditindaklanjuti oleh KPU Kota Semarang untuk diperbaiki.
“Kami terus dorong agar KPU segera menyelesaikan persoalan daftar pemilih sehingga menjadi valid dan tidak berlarut-larut,” imbuhnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *