Akhir Tahun, Gunung Merapi Berpotensi Gempa

Akhir tahun, Gunung Merapi Berpotensi GempaSEMARANG (Asatu.id) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memasang alat pendeteksi letusan Early Warning System (EWS) di sekitar Gunung Merapi, Magelang.
Sejumlah 149 buah EWS dipasang di sekeliling Gunung Merapi. Kepala BPBD Jateng mengungkapkan, Alat pendeteksi tersebut dipasang untuk mengetahui potensi letusan seiring adanya perubahan siklus gunung berapi teraktif di Indonesia.
“Pemasangan itu untuk mempermudah melihat aktivitas kegempaan dan letusan pada gunung Merapi,” kata Sarwa.
Dikatakannya, akhir tahun 2018 ini hembusan angin di puncak Merapi telah mengarah ke Sleman dan DIY. Ia meminta warga untuk meningkatkan kewaspadaan terutama aktivitas kegempaan meningkat.
“Kalau laharnya masuk ke sungai-sungai tidak masalah. Yang jadi persoalan saat laharnya muncul berbarengan dengan awan panas sedikit banyak bisa merusak hunian warga,” jelasnya.
Ia menyampaikan saat Merapi dalam kondisi level 1 atau normal, warga diminta tetap beraktivitas.
Sementara itu, ia menambahkan, pihaknya melarang warga beraktivitas ditempat berbahaya pada level siaga.
“Ada baiknya dahulukan evakuasi di kawasan rawan bencana dan amankan harga bergerak sambil mengikuti ragam informasi terkini,” katanya.
Namun demikian ia mengimbau kepada masyarakat untuk terus waspada. Dijelaskan, ketika status Merapi berubah jadi waspada, warga yang beraktivitas diluar radius 3 kilometer dan puncak agar segera menjauh dari lokasi.
“Ketika letusan muncul, warga radius lima kilo sering panik dan tidak siap menghadapi proses evakuasi. Oleh karena itu, warga minta untuk langsung mengungsi dengan arahan dari koordinator evakuasi dari desa masing-masing,” terangnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *