NH Dini Disemayamkan di Aula Santa Ana, Wisma Harapan Asri Banyumanik

NH Dini Disemayamkan di Aula Santa Ana, Wisma Harapan Asri BanyumanikSEMARANG (Asatu.id) – Kabar mengharukan datang dari seorang penulis besar asal Kota Semarang, Jawa Tengah. Dialah sastrawan Nurhayati Sri Hardini Siti Nukatin atau yang akrab disapa eyang NH Dini telah meninggal dunia diusianya yang menginjak 82 tahun, Selasa (4/12).

Perjalanan hidup beliau yang berliku-liku mulai dari masa kecil, ketika menjadi pramugari maskapai penerbangan ternama hingga pernikahannya dengan Diplomat Perancis yang membuahkan dua anak, ditulisnya detil dalam buku-buku seri cerita kenangan yang ditulis dalam 15 bukunya.

Karya buku-bukunya yang long lasting, tak lekang oleh zaman memberi banyak hikmah dan perenungan seperti Namaku Hiroko (1977), Pada Sebuah Kapal (1972),  hingga Dari Ngaliyan ke Sendowo (2015).

Penulis Novel legendaris tersebut kini meninggalkan dua putri dan putra serta empat cucu. Anak pertama Marie-Claire Lintang dan anak kedua Pierre-Louis Padang Coffin yang merupakan animator terkenal di dunia.

“Anaknya lintang sedang perjalanan ke Semarang dari Bandung. Kalau padang sedang di Perancis. Sepertinya tidak menunggu Padang, besok dikremasi,” tutur ponakan NH Dini, Paulus Dadik.

Saat ini jenazah disemayamkan di Aula Santa Ana, Rumah Duka Wisma Lansia Harapan Asri Banyumanik. Direncanakan Rabu 5 Desember 2018 akan dikremasi di Krematorium Ambarawa pukul.10.00 WIB.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *