Kesejahteraan Guru Tak Luput dari Perhatian Pemkot Semarang

Kesejahteraan Guru Tak Luput dari Perhatian Pemkot SemarangSEMARANG (Asatu.id) – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengungkapkan kesejahteraan guru atau pendidik, baik di sekolah negeri, mulai yang PNS, Non ASN, Tidak Tetap (PTT/GTT) hingga yang di sekolah swasta tidak akan luput dari perhatian Pemerintah Kota Semarang, Rabu (5/12).

“Tidak hanya pembangunan fisik saja, kenaikan Gaji Non ASN, Guru Tidak tetap (GTT/PTT) yang tadinya hanya ratusan ribu, mulai tahun 2016 sudah sesuai standar Upah Minimum Kota (UMK),” ujarnya.

Wali Kota yang akrab disapa Hendi ini menuturkan guru-guru yang sudah bersertifikasi jika sebelumnya belum mendapatkan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), mulai tahun depan (2019) sudah dianggarkan untuk mendapat TPP seperti PNS lain. Ini merupakan bukti komitmen Pemkot Semarang dalam memajukan dunia Pendidikan.

Sementara bagi para pendidik yang mengajar di sekolah swasta, Hendi mengajak seluruh kepala sekolah yang hadir untuk turut membantu mencari solusi. Walikota Semarang meminta Dinas Pendidikan untuk menghitung kebutuhan anggaran sekolah swasta, baik untuk sekolahnya maupun untuk guru-gurunya.

“Sehingga kedepannya sekolah-sekolah swasta juga mendapatkan anggaran yang cukup untuk meningkatkan mutu pendidikannya,” ungkapnya.

Di akhir pengarahannya, Hendi berpesan kepada para Kepala Sekolah dan Kepala UPTD Pendidikan di Kota Semarang untuk bersatu terus berjuang membangun Kota Semarang.

“Yang bisa membuat Semarang semakin bagus itu kita semua, bukan orang dari daerah lain, apalagi bangsa lain. Mari pertahankan kekompakan dan kesolidan yang selama ini telah terbangun” pungkasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *