Inflasi Ibukota Provinsi, Semarang dan Surabaya Terendah

SEMARANG (Asatu.id) – Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Tengah mencatat inflasi terjadi di enam ibukota provinsi di Pulau Jawa. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Serang sebesar 0.47% diikuti Yogyakarta sebesar 0,46; Bandung sebesar 0,36% dan DKI Jakarta sebesar 0,30%.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah Sentot Bangun Widoyono mengatakan inflasi terendah terjadi di Kota Semarang dan Surabaya yang masing-masing sebesar 0,21%.

Di Jawa Tengah, katanya, penyebab utama inflasi Jawa Tengah November 2018 adalah naiknya harga bawang merah, bensin, beras, telur ayam ras dan angkutan udara semen.

“Penahan laju inflasi adalah turunnya harga semangka, bawang putih, kangkung, bawang dan pepaya,” jelasnya.

Diketahui, inflasi di Jawa Tengah terjadi karena kenaikan indeks pada semua kelompok pengeluaran yaitu kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,43% diikuti kelompok bahan makanan sebesar 0,36%; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, tembakau dan kelompok sandang masing-masing sebesar 0,02%.

Sementara itu, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,16%; kelompok kesehatan sebesar 0,11% dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga masing-masing sebesar 0,02%. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *