Curah Hujan Meningkat, Pemkot Bergerak Cepat Mengantisipasi

Antisipasi Banjir, Hendi Bangun Saluran Gendong di Jalan Kota SemarangSEMARANG (Asatu.id) – Peningkatan curah hujan di Kota Semarang mulai Senin (3/12) sore selama kurang lebih tiga jam telah menyebabkan genangan di beberapa titik akibat curah hujan yang meningkat dari biasanya. Pemerintah Kota Semarang sendiri melalui Dinas Pekerjaan Umum bergerak cepat dengan mengaktifkan seluruh rumah pompa serta memfungsikan pompa-pompa portable yang dimiliki.

Adapun salah satu titik terdampak peningkatkan curah hujan di Kota Semarang yang menjadi konsentrasi adalah Jalan Raya Kaligawe. Tak kurang dari 19 unit pompa penyedot air diaktifkan untuk mengatasi genangan di sepanjang ruas jalan Kaligawe, antara lain di belakang Terminal Terboyo, di depan Masjid Ngilir, di bawah jembatan jalan Tol Kaligawe, serta beberapa titik lainnya.

Di sisi lain terkait adanya genangan air yang tinggi pada beberapa jalan di Kota Semarang akibat meningkatnya curah hujan dari biasanya, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menjelaskan jika pembangunan ‘saluran gendong’ di tepi jalan menjadi salah satu solusi yang sedang dikerjakan.

Dengan dibangunnya ‘saluran gendong’ tersebut dirinya meyakini jika genangan air di jalan dapat tertampung di tepi jalan untuk kemudian mengalir masuk ke saluran inlet.

Untuk itu Hendi, sapaan akrab Wali Kota Semarang tersebut menegaskan jika pembangunan ‘saluran gendong’ di Kota Semarang akan dibarengi dengan penambahan serta pelebaran saluran inlet.

“Kita sudah mulai tahun ini dengan membangun saluran gendong, crossing, peningkatan inlet serta drainase di jalan Pahlawan yang akan diteruskan sampai ke jalan Achmad Yani dan Ahmad Dahlan,” jelas Wali Kota Semarang yang juga merupakan politisi PDI Perjuangan tersebut.

“Proses pembangunannya diupayakan semaksimal mungkin dengan dikerjakan bertahap, nantinya akan dibangun sistem yang sama pada seluruh jalan protokol di Kota Semarang dengan panjang sekitar 16 kilometer,” tegasnya.

Dirinya menargetkan adanya sistem tersebut, genangan yang terjadi pada jalan-jalan di Kota Semarang karena debit air yang tinggi dapat teratasi.

Sebelumnya, Klimatologi Klas I BMKG Kota Semarang menegaskan jika intensitas curah hujan di Kota Semarang diprediksi bertambah dari biasanya meningkat hingga 100 milimeter sampai 200 milimeter lantaran musim penghujan.

Lebih dari itu puncak hujan diperkirakan akan muncul pada bulan Januari 2019 dengan peningkatan curah hujan meninggi sampai 300 hingga 400 milimeter, dengan musim hujan yang diperkirakan akan berlangsung hingga April 2019.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *