Ratusan Petani Bawang di Getasan Alami Kerugian

SEMARANG (Asatu.id) – Kerugian tengah dialami ratusan petani bawang putih di Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Pasalnya, lahan pertanian bawang milik mereka tak bisa ditanami alias menganggur sekitar satu tahun.

Hal ini lantaran mereka diduga tertipu importir bawang putih nakal yang menjanjikan pemberian bibit untuk mereka tidak jadi dibagikan.

Mereka mengklaim merugi hingga ratusan juta rupiah akibat perjanjian kontrak yang tak dijalankan pengusaha importir.

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Dusun Selongisor Desa Batur Pitoyo membeberkan terdapat sekitar 435 hektare lahan di kecamatan Getasan yang menjadi korban importir nakal tersebut. Khusus Desa Batur ada 12 Gapoktan degan 110 hektare lahannya kini menganggur.

“Kalau dihitung-hitung kerugian kami mencapai ratusan juta. Karena selama hampir satu tahun lahan untuk pertanian bawang putih yang dikontrak importir tak juga ditanami,” jelasnya.

Ratusan petani diduga menjadi korban penyelewengan realisasi wajib tanam 5 persen dari importir nakal yang menyalahgunakan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 38 tahun 2017 tentang rekomendasi impor produk hortikultura (RIPH)

Dalam Permentan itu diatur pengusaha importir diwajibkan menanam 5 persen bibit bawang putih di dalam negeri dari jumlah rencana impor yang akan diajukannya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *