Keikutsertaan Perempuan dalam Pemilu di Jateng Menurun

SEMARANG (Asatu.id) – Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Jawa Tengah mengajak para aktivis perempuan mengawal Pemilu 2019.

Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Provinsi Jawa Tengah Anik Sholihatun mengatakan, perempuan adalah modal sosial terbesar dalam mengawal dan menjaga agar proses pemilu berintegeritas.

“Kami melihat bahwa potensi perempuan ini sangat besar di Pemilu, maka salah satu kelompok sasaran yang menjadi upaya melakukan sosialisasi dan pencegahan terhadap pelanggaran ini adalah perempuan,” ujarnya usai melaksanakan sosialisasi pengawasan tahapan pemilihan legislatif dan pemilihan presiden dan wakil presiden di salah satu hotel Kota Semarang, Rabu (29/11).

Dikatakannya, Keikutsertaan perempuan terhadap Pemilu ini memiliki potensi besar. Hal itu lantaran baik jumlah pemilih maupun jumlah Caleg, perempuan lebih banyak dibandingkan dengan laki-laki.

Dijelaskan, DPT perempuan 50,2% lebih banyak dari laki-laki dan jumlah Caleg yang diajukan di jumlah DCT selalu melebih 30% kuota perempuan. Namun jumlah yang terpilih dikatakan baru 22%.

“Padahal trend nasional soal calon anggota legislatif itu kan naik, tetapi di Jateng itu justru kecenderungannya menurun,” terang dia.

Selain itu, dijelaskannya, Jawa Tengah memiliki tokoh-tokoh politik perempuan di tahun sebelumnya. Namun disayangkannya, tampil hadir perempuan di ranah politik cenderung sedikit sehingga ia mengaku pihaknya ingin memberikan perhatian lebih kepada perempuan agar mengambil dan merebut peran penting tersebut.

“Bawaslu berharap karena kami ini memiliki program pengawasan parsitipatif, perempuan ini kemudian menjadi pilihan kami sebagai litera yang strategis untuk menjaga dan mengawal agar proses-proses Pemilu kita ini berjalan dengan baik, sukses prosesnya dan berkualitas hasilnya,” harapnya. (bud)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *