Hendi: Lembaga Pendidikan Swasta Masih Jadi Persoalan

SEMARANG (Asatu.id) – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Ke-73 dan Hari Guru Nasional sekaligus menjadi momen kegembiraan bagi guru Kota Semarang.

Hal itu lantaran dalam kesempatan itu Walikota Semarang Hendrar Prihadi menyampaikan, di tahun 2019 nanti para guru yang telah sertifikasi akan mendapat hadiah berupa tunjangan penghasilan dan substansi sebesar Rp 400.000 untuk guru non-ASN.

“Tingkat guru kita juga sudah menetapkan non-ASN di Kota Semarang minimal UMK, jadi juga jauh lebih baik,” jelasnya, Sabtu (24/11).

Namun, walikota yang akrab dipanggil Hendi itu mengungkapkan, masih ada persoalan untuk lembaga pendidikan swasta. Dikatakannya, masih banyak sekolah swasta yang sampai saat ini belum sesuai dengan harapan seperti gaji di bawah standar dan fasilitas yang tidak lebih baik.

“Hanya persoalannya ada lembaga pendidikan swasta yang hari ini kita pikirkan untuk bisa menjangkau wilayah itu. Ada sekolah swasta itu gurunya belum dapat UMK, ada juga sekolah swasta yang gedungnya belum bagus,” ujar Hendi.

Sementara itu, lanjut dia, banyak orang besar yang ilmunya didapat dari guru, baik di tingkat formal maupun informal, sehingga ia mengaku akan kembali memikirkan sekolah-sekolah swasta agar proses belajar mengajar itu berjalan dengan baik.

“Pertama infrastrukturnya, sarana prasarananya, gedungnya harus oke, labnya harus oke, dan hal-hal lainnya yang berkaitan belajar mengajar,” katanya.

Ditambahkannya, masalah SDM. Guru harus punya bekal ilmu yang mumpuni dan dengan gaji tunjangan yang lebih baik. Sementara itu, lanjut dia, untuk siswa-siswinya harus dipastikan mudah menjangkau ilmu-ilmu yang didapatkan.

“Artinya sekolah mudah dijangkau bayarnya tidak mahal atau gratis itu menjadi sebuah komitmen. Kami sedang menuju ke situ,” jelas dia. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *