Sertifikasi Penyuluh Antikorupsi Tekankan Pencegahan Korupsi Harus Dilakukan Siapapun

SEMARANG (Asatu.id) – Kegiatan Sertifikasi Penyuluh Antikorupsi dari Jalur RPL (Rekognisi Pembelajaran Lampau) untuk pertama kalinya digelar Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, 21-23 November mendatang. Kegiatan yang diikuti 30 peserta ini terdiri atas aparatur sipil negara, LSM dan aktivis antikorupsi.

Penyuluh Antikorupsi utama KPK RI Indra Furqon mengatakan, pencegahan korupsi bukan hanya dilakukan KPK. Dijelaskannya, dalam rangka sertifikasi ini penyebaran virus pencegahan korupsi harus dilakukan siapapun.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang juga hadir dalam kegiatan tersebut menekankan, peserta sudah memahami dan bisa mengidentifikasi potensi-potensi korupsi sehingga ia yakin jika diminta untuk memitigasi, ASN sudah hafal di luar kepala, terlebih soal gratifikasi.

“Pertanyaannya, maukah kita kerja lillahita’ala. Atau kita juga perlu melahirkan gerakan anti angpau dan kita ajarkan ke anak-anak kita,” Tanya dia kepada para puluhan peserta itu.

Dengan kegiatan itu, Furqon berharap peserta dapat meningkatkan kepekaan terhadap potensi korupsi. Hal itu lantaran menurutnya, kebaikan dan keburukan sudah jelas diketahui.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *