Perlu Penanganan Maksimal, Bencana Masih Sering Terulang Setiap Tahun

SEMARANG (Asatu.id) – Belum tuntasnya pengelolaan sistem drainase dan sungai-sungai yang ada, menjadi salah satu penyebab masih terjadinya bencana banjir di beberapa daerah Jawa Tengah.

Sementara faktor lain penyebab terjadinya banjir adalah faktor sedimentasi dan kerusakan daerah aliran sungai. Tidak maksimalnya proses pembangunan yang disebabkan beberapa faktor, mengakibatkan terulangnya bencana.

Persoalan itu mengemuka pada dialog bersama parlemen yang dikemas dalam Prime Topic di Hotel Muria Semarang, Rabu (21/11).

Dialog yang mengangkat tema Siaga Musim Hujan itu, menampilkan Moch Ichwan, anggota Komisi D DPRD Jateng sebagai nara sumber utama, kemudian Plt. Kepala Dinas Pusdataru Jateng Lukito, dan guru besar FT Unissula Imam Wahyudi.

Menurut Moch Ichwan, untuk mengantisipasi bencana banjir diperlukan sinergitas antara PSDA dan Bina Marga dalam membangun infrastruktur.

“Misalnya saat membangun jalan, tentu saja diperlukan sistem drainase yang bagus. Dengan begitu bencana banjir atau longsor bisa sedini mungkin diantisipasi,” tutur Ichwan.

Ichwan juga menandaskan perlunya perencanaan yang matang, sehingga kualitas proyek bisa dipertanggungjawabkan. Dan yang lebih utama bencana tidak terulang setiap tahun. Dewan sebagai pengawas anggaran aka mendukung sekaligus jeli terkait perencanaan proyek yang diajukan eksekutif.

“Kami akan melihat proses budgeting dan perencanaan. Misalnya soal peninjauan, pemantauan, dan perbaikan tanggul-tanggul kritis oleh dinas terkait, termasuk penyiapan dan penggunaan sarana alat berat,” tambahnya.

Sementara Lukito mengakui, terkadang Pemerintah Provinsi Jawa Tengah merasa kedodoran menangani persoalan pembangunan prasarana, terutama jika kewenangan proyek itu menjadi domain pemerintah pusat.

Untuk itu, lanjut Lukito, Pemprov Jateng butuh dukungan penuh pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR. Sehingga penanganan pencegahan bencana bisa dimaksimalkan. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *