Digitalisasi Desa Wisata Mudahkan Masyarakat Akses Informasi

MAGELANG (Asatu.id) – Optimalisasi desa wisata berbasis digital sangat bagus untuk menunjang perekonomian kerakyatan. Sebab dengan konsep ini, masyarakat termudahkan dalam mengakses informasi.

Persoalan itu menjadi tema dan bahasan penting pada “Dialog bersama Parlemen Jawa Tengah”, di Balai Ekonomi Desa (Balkondes) Candirejo, Kabupaten Magelang, akhir pekan kemarin.

Ketua DPRD Provinsi Jateng, Rukma Setyabudi, yang menjadi nara sumber utama dalam dialog itu mengungkapkan, peran pemerintah sangat penting untuk perekonomian kerakyatan.

Menurut Rukma, sepanjang terobosan-terobosan yang dilakukan Pemprov Jateng berorientasi untuk kesejahteraan rakyat, maka DPRD akan mendukungnya. Salah satu upaya bentuk dukungan Dewan adalah mengajukan perda inisiasi yakni desa wisata.

“Perda tersebut merupakan inisitif kami di Dewan. Dengan adanya Perda ini bisa menjadi payung hukum untuk menunjang perekonomian kerakyatan. Selain itu, juga dapat untuk mengembangkan diri dan mengajak peran aktif masyarakat di sekitar desa tersebut,” kata Rukma.

Acara dialog itu juga menampilkan nara sumber lain, yaitu Kepala Desa Candirejo Singgih Mulyanto dan Ketua Semarang MICE Community Solichoel Soekami.

Kepala Desa Candirejo, Singgih Mulyanto, menambahkan, desa wisata berbasis masyarakat ini memang telah memasuki era digital. Namun esensi kearifan lokal dan keaslian sebuah desa tidak bisa ditinggalkan.

Sementara Solichoel Soekami menambahkan, pihaknya siap memberikan pendampingan dengan tenaga tersertifikasi bagi desa wisata di berbagai daerah di Jawa Tengah.

“Selama ini incentive travel selalu tersedot ke Bali. Ini saatnya Jawa Tengah ambil peran. Banyak desa wisata yang potensial,” tandas Solichoel.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *