Peringati Hari Anak Universal, Bersama Wujudkan Perlindungan Anak

SEMARANG (Asatu.id) – Maraknya kasus kekerasan pada anak akhir-akhir ini sungguh memprihatinkan. Apalagi kekerasan ini justru terjadi di lingkungan terdekat, seperti sekolah, keluarga maupun lingkungan rentan lainnya.

Yayasan Setara mencatat kasus kekerasan terhadap anak yang ditangani selama tahun 2017 sampai dengan 2018 berjumlah 129 anak (L : 76 P: 53) dengan berbagai jenis kasus, seperti kekerasan fisik, psikhis, seksual, dan Anak Konflik Hukum.

Sementara data yang dilansir oleh DP3AKB Provinsi Jawa Tengah menunjukkan jumlah anak yang mengalami kekerasan di provinsi ini pada 2017 sebanyak 1.390 (L:441, P:949).

Jenis-jenis kekerasan yang dialami korban anak beraneka macam, seperti kekerasan fisik (230 anak), kekerasan psikis (244 anak), kekerasan seksual (710 anak), penelantaran (65 anak), trafficking (17 anak), eksploitasi (16 anak), KDRT (418 anak), dan lainnya (48 anak). Sedangkan jumlah anak korban kekerasan di Kota Semarang adalah 138 anak dan termasuk yang paling tinggi dibandingkan kota/kabupaten lain di Jawa Tengah.

Yayasan Setara memiliki agenda tahunan Yearly Event, yakni untuk memperingati Hari Anak Universal dan Kampanye 20 Hari Anti Kekerasan Terhadap Anak. Kegiatan ini akan berlangsung pada tanggal 20 November – 10 Desember 2018.

Ketua Pelaksana Yearly Event 2018 Yayasan Setara Bintang Alhuda mengatakan dalam memerdekakan, melindungi, mendidik dan menegakkan hak anak tidak bisa dilakukan oleh hanya satu sektor. Maka, Yayasan Setara tahun ini menyatukan beberapa elemen yang mewujudkan itu semua bersama-sama.

“Melihat bahwa anak adalah investasi perjuangan masa depan bangsa karena anak kita hari ini, masa depan kita esok.”ujarnya.

Untuk itu, lanjut dia, tahun ini Yayasan Setara mengambil tema “Bersama-sama Mewujudkan Perlindungan Anak” di mana mengajak dan mendorong seluruh pihak untuk memajukan hak-hak anak dan sesegera mungkin menghentikan tindak kekerasan terhadap anak, serta menjadi pelindung bagi anak-anak dalam berbagai resiko dan ancaman.

“Kegiatan yang akan dilakukan merupakan serangkaian proses Peringatan Hari Anak Universal dan Kampanye 20 Hari Anti Kekerasan Terhadap Anak dengan tema “Bersama-sama Mewujudkan Perlindungan Anak” ini melibatkan beberapa Dinas dan komunitas terkait untuk memberikan akses layanan pemenuhan hak anak,” ujarnya.

Dalam rangkaiannya, lanjut dia, kegiatan ini akan ada di 6 kampung dan 1 sekolah di Kota Semarang. Tajuk acara adalah Sareng-sareng Nyambang Kampung, di mana tiap Dinas dan komunitas terkait mendirikan stand layanan; Dinas Dukcapil Kota Semarang akan membagikan akte kelahiran, Dinas Kesehatan Kota Semarang akan menghadirkan permainan edukasi kesehatan, Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Semarang menghadirkan mobil pintar.

“Selain itu Komunitas Senyum Sehat dari BEM FKG Unimus akan memberikan layanan pemeriksaan gigi dan mulut gratis serta Komunitas Sembara (Semarang Barber Shop) yang akan memberikan layanan potong rambut gratis,” ungkapnya.

Seluruh rangkaian dan kegiatan tersebut adalah dalam rangka memberikan akses layanan kepada masyarakat terkait pemenuhan hak anak dan perlindungan anak. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *