Status Sistem Drainase Wilayah Timur Masih dalam Proses Pengerjaan

SEMARANG (Asatu.id)Memasuki musim hujan, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyebutkan masih terdapat kendala untuk sistem drainase di Wilayah Timur.

Dikatakannya, sistem drainase Sungai Tenggang sampai saat ini masih dalam proses pengerjaan sehingga musim hujan seperti sekarang ini diakuinya masih menimbulkan genangan di beberapa titik tertentu, terutama di Kecamatan Genuk.

“Sistem di wilayah timur pengerjaannya belum selesai, ini menuju proses penyelesaian. Kita baru bisa evaluasi nanti bulan desember,” ungkapnya.

Hendi memaparkan, saat musim hujan seperti sekarang ini Sungai Tenggang harus dalam keadaan surut lantaran banjir di kawasan Genuk nantinya akan didrainase ke Sungai Tenggang.

Namun, belum surutnya Sungai Tenggang menurutnyalah yang menjadi masalah. Hal itu lantaran belum terpasangnya pompa hingga turut menyebabkan air sungai melimpas.

“Pompanya belum dipasang, sedang dalam perjalanan ke Semarang. Airnya nanti kalau sudah surut dan pompanya sudah datang, begitu dimainkan debit sungainya turun itu curah hujannya akan didrainase masuk ke Tenggang,” terang Hendi.

Sebelumnya, upaya pencegahan banjir di Genuk ini masih menjadi program baik pemerintah kota maupun provinsi. Plt Kabid Sumber Daya Air dan Drainase, Isworo mengungkapkan, sebanyak 41 stasiun pompa telah dikerahkan di sungai-sungai Kota Semarang untuk mengurangi adanya limpasan yang dimungkinkan akan turut menggenangi jalan selama hujan.

Sementara itu ia melanjutkan, untuk banjir di Kecamatan Genuk ini baik Pemkot, Pemprov maupun BBWS akan turut turun sehingga menjadi program bersama dalam menangani banjir di kawasan Genuk.

“Biasanya kita buat posko di sana, tapi ini mungkin ada lagi dari provinsi buat posko. Itu nanti buat tim untuk menangani,” tukasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *