Peringati Hari Anak Sedunia, Forum Anak jadi Wujud Partisipasi dan Berekspresi

WORKSHOP: Suasana workshop kolase bersama komunitas Kolasemauku di Kelurahan Kemijen, Semarang

SEMARANG (Asatu.id) – Pemerintah saat ini telah membentuk dan membina wadah partispasi anak yang disebut forum anak. Di dalamnya, beranggotakan seluruh anak dan pengurus yang terdiri dari perwakilan kelompok-kelompok anak. Forum anak sebagai salah satu model partisipasi anak, dibentuk dengan tujuan untuk menjembatani komunikasi dan interaksi antara anak-anak dengan pemangku kepentingan di lingkungan mereka.

“Selain forum anak, model partisipasi anak yang bisa dikembangkan oleh masyarakat secara luas adalah Pertemuan Anak Tematik, dimana tema pertemuan anak tersebut terkait dengan bidang-bidang seni budaya, agama, pendidikan, olahraga, kesehatan, dan sosial,” ujar Direktur Bidang Pendidikan Yayasan Anantaka Tsaniatus Solihah.
Berkaitan dengan hal tersebut, lanjut dia, Yayasan Anantaka bersama jaringan peduli anak di Kota Semarang berinisatif menggelar pertemuan anak dengan tema ‘Berani Berekpresi, Wujud Partisipasi’.
“Selain sebagai artikulasi kampanye publik partisipasi anak dalam rangka memperingati Hari Anak Sedunia 2018 (World Children’s Day / United Nations Universal Children’s Day – 20 November 2018), acara ini utamanya dimaksudkan untuk menyediakan ruang akomodasi bagi keragaman potensi (motorik, afeksi, dan kognisi) yang dimiliki anak-anak,” jelasnya.
Beragam kegiatan antara lain Eksplorasi Seni Visual, Dolanan Anak, dan Panggung Seni Pertunjukan, dimaksudkan sebagai media untuk mengaktualisasikan potensi-potensi tersebut. Keberanian mereka mengekspresikan potensi diri, diharapkan mampu menjadi bekal mereka untuk berpartisipasi.
Rangkaian acara yang sudah berjalan sejak 4 November lalu ini antara lain Talkshow di Media (TV dan Radio) untuk memberikan informasi ke masyarakat luas tentang partisipasi anak, workshop Kolase, public speaking untuk melatih anak-anak menyampaikan pandangannya, dan Kampanye Publik di Pasar Semarangan.
Tsaniatus menuturkan Kampanye Publik yang merupakan acara puncak akan diadakan di Pasar Semarangan Hutan Wisata Tinjomoyo pada tanggal 18 November 2018, acara ini akan dimulai dari jam 07.00 sampai 11.00. disana akan gada kolase, workshop menggambar, dolanan anak dan panggung Ekpresi, dalam kesempatan ini juga akan ada pengukuhan Forum Anak Kelurahan Kemijen yang merupakan pilot project forum anak di level kelurahan.
“Tujuan kampanye publik ini adalah memberikan ruang partisipasi anak untuk menyampaikan pandangan nya melalui berbagai media yang disediakan, juga memberikan informasi ke masyarakat luas tentang penting nya partisipasi,” pungkasnya.
Dirinya berharap Pemerintah Kota Semarang dapat memberikan lebih banyak ruang partisipasi anak-anak, tidak hanya anak pelajar saja tetapi semua kelompok anak yang ada di kota Semarang (anak panti asuhan, anak deffable, komunitas dan anak di daerah slum area), karena partisipasi adalah hak untuk semua anak.
Acara ini diselenggarakan oleh Yayasan Anantaka bekerjasama dengan Pasar Semarangan, Komunitas Harapan, Kolasemauku, Taman Belajar Sobat Kecil, Rumah Pintar Bangjo, KPT Beta, Rumah AIRA, Rumah Pintar ABK Efata, SD PL Servatius Gunung Brintik, Forum Anak Kelurahan Kemijen, Forum Anak Kota Semarang, Keluarga Besar Anak Syurga, Fulfita Selasih, Talkshow Ngopii TV Ku, RRI Pro 1, Roru Cake dan BAZNAS Kota Semarang.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *