Pendapatan Daerah 2019 Diproyeksikan Rp 25,8 Triliun

SEMARANG (Asatu.id) – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin mengatakan, pendapatan daerah dalam Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Provinsi Jawa Tengah Tahun Anggaran 2019 ditarget sebesar Rp 25,8 triliun.

RAPBD Jawa Tengah Tahun Anggaran 2019 ini merupakan manifestasi perencanaan pembangunan pertama pemerintahan Gubernur Ganjar Pranowo dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, yang telah memeroleh mandat rakyat Jawa Tengah.

“Target pendapatan itu terdiri dari pendapatan asli daerah sebesar Rp 13,973 triliun. Meliputi pajak daerah sebesar Rp 11,691 triliun dan retribusi daerah sebesar Rp 117,15 miliar, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan sebesar Rp 492,56 miliar, lain-lain PAD yang sah sebesar Rp 1,672 triliun,” terang Wagub Taj Yasin saat menghadiri rapat paripurna di Gedung Berlian, Jumat (16/11).

Menurut Wagub, dana perimbangan dialokasikan sebesar Rp 11,766 triliun. Meliputi dana bagi hasil pajak atau bukan pajak sebesar Rp 786,26 miliar, dana alokasi umum sebesar Rp 3,784 triliun, dana alokasi khusus sebesar Rp 7,195 triliun, lain-lain pendapatan yang sah dialokasikan sebesar Rp 62,38 miliar dari dana insentif daerah.

Wagub menambahkan, belanja daerah dalam APBD Jawa Tengah TA 2019 sebesar Rp26,459 triliun. Terdiri dari belanja tidak langsung dialokasikan sebesar Rp 18,852 triliun (71,25%) dari total belanja daerah. Meliputi belanja pegawai sebesar Rp 6,163 triliun, belanja hibah sebesar Rp 5,474 triliun.

Kemudian belanja bantuan sosial sebesar Rp 48,29 miliar, belanja bagi hasil kepada kabupaten/kota sebesar Rp 5,098 triliun, bantuan keuangan kepada pemerintah kabupaten/kota/desa sebesar Rp 2,045 triliun, dan belanja tidak terduga sebesar Rp 23 miliar.

“Untuk pembiayaan daerah, penerimaan pembiayaan sebesar Rp 686,75 miliar dan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp 30 miliar. Pembiayaan netto sebesar Rp 656,75 miliar. Jadi, Silpanya nol,” tuturnya.

Wagub berkomitmen bersama jajarannya terus memperkuat pemerintahan melalui program pembangunan 2019 dengan mengedepankan semangat gotong-royong.

Beberapa prioritas pembangunan Jateng, antara lain penanggulangan kemiskinan, penguatan daya saing ekonomi daerah, pengurangan kesenjangan wilayah, perwujudan ketahanan pangan dan energi, peningkatan kualitas hidup dan daya saing sumber daya manusia, pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup serta penanggulangan bencana. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *