Sambut Event Internasional, Homestay di Desa Wisata Kandri Perlu Ditambah

SEMARANG (Asatu.id) – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Kota Semarang ingin Desa Kandri meningkatkan jumlah homestay guna mengakomodasi acara bertaraf nasional dan internasional yang akan digelar di Desa Kandri akhir tahun ini.

Kasturi selaku Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang mengatakan, pihaknya akan mendorong warga Desa Kandri untuk meningkatkan jumlah home stay yang saat ini berjumlah sekitar 108 unit.

”Saat ini jumlah homestay di Desa Wisata Kandri ada 108 unit. Masing-masing di RW 1, 40 unit, RW 2, 30 unit dan RW 3, 38 unit,” ujar Kasturi, Rabu (14/11).

Apalagi dalam waktu dekat akan ada event besar yang akan digelar di Desa Wisata Kandri baik berskala nasional maupun internasional. Keberadaan home stay itu untuk menunjang event perdana internasionalisasi desa wisata pada akhir 2018.

“Home stay di sekitar Desa Wisata Kandri itu tidak perlu dibangun. Warga hanya menyediakan kamar-kamar yang standar. Yang penting nyaman bagi wisatawan lokal dan mancanegara,” tutup Kasturi.

Gatot Mujiyanto, salah satu pemilik homestay di Desa Wisata Kandri mengatakan, masyarakat sudah berlatih tentang manajemen pengelolaan home stay pada 2013 dan hingga saat ini jumlah unit terus bertambah seiring berkembangnya objek wisata Goa Kreo dan Waduk Jatibarang.

“Beragam fasilitas, agar wisatawan betah dan nyaman di Desa Wisata Kandri, misalnya dengan membuat oleh oleh seperti membuat gethuk, tape singkong, tape dodol, belajar tari lokal, bermain di sawah dan sungai,” tandasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *