Rukma Ajak Masyarakat Implementasikan Sifat Kepahlawanan

TEMANGGUNG (Asatu.id) – Ratusan warga masyarakat dari beberapa desa sekitar Desa Mojosari, Kecamatan Bansari, Kabupaten Temanggung, antusias menonton acara Pentas Seni Jateng berupa pagelaran wayang kulit, Selasa (13/11).

Acara yang dihadiri Ketua DPRD Jateng, Rukma Setyabudi itu bertujuan untuk melestarikan budaya bangsa. Rukma secara simbolis menyerahkan tokoh wayang Bima kepada Dalang Ki Ketut Budiman dari Boyolali sebagai tanda dimulainya pagelaran wayang kulit semalam suntuk.

Dalam sambutannya, politikus PDI Perjuangan itu berpesan agar masyarakat dapat meneladani sifat-sifat kepahlawanan dan perjuangan yang tergambarkan dalam lakon ‘Wahyu Kamulyan’. Sehingga, untuk selanjutnya dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Rukma menambahkan, cerita tersebut menggambarkan suatu keadaan negara yang mengalami krisis kepemimpinan, berdampak pada sikap ketidakpercayaan masyarakat terhadap pemimpin yang ada dan memengaruhi situasi politik secara nasional menjadi hangat.

Karena, lanjut Rukma, pemimpin yang ada sungguh-sungguh tidak memiliki sifat kemulyaan, sebaliknya hanya mengumbar emosi atau nafsu pribadi ataupun kelompoknya saja.

“Kerinduan masyarakat akan hadirnya seorang pemimpin yang memiliki sifat-sifat kemulyaan akhirnya terobati dengan hadirnya seorang tokoh yang bernama Bima,” tutur Rukma.

Sebelumnya, Rukma dalam dialog dengan warga setempat berkomitmen untuk membantu tumbuh kembang kesenian di pedesaan. Hal itu akan diwujudkan dengan mengupayakan kekurangan sarana pendukung kesenian berupa gamelan.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *