Masuk Musim Penghujan PT KAI Petakan Lokasi Rawan Banjir

Humas PT KAI Daop 4 Suprapto (asatu.id/riska)

SEMARANG (Asatu.id) – Memasuki musim penghujan yang sudah mulai berintensitas tinggi, seringkali menyebabkan banjir dan menyebabkan longsor di beberapa daerah. Bencana tersebut sering mengganggu lalu-intas kereta api. Untuk menanggulangi risiko bencana tersebut PT KAI Daop 4 membuat sistem AMUS.

AMUS merupakan singkatan dari alat material untuk siaga, di mana semua sistem tersebut merupakan bentuk manejemen bencana.
Sebelum membuat sistem penanggulangan bencana tersebut, PT KAI terlebih dahulu memetakan lokasi rawan banjir maupun longsor menjadi 6 titik rawan banjir dan tanah longsor sepanjang Tegal sampai dengan Cepu. Sementara daerah rawan banjir berada di Kabupaten Pekalongan sampai dengan Kota Semarang.
Humas PT KAI Daop 4 Suprapto kepada Asatu.id mengatakan alat tersebut berupa mesin untuk memelihara jalu rel sekaligus alat penguatnya. Selain itu, untuk material PT KAI sudah mempersiapkan batu krikil dan karung pasir.
“Untuk siaganya kita telah menyiapkan personel yang berjaga selama 24 jam dibagi menjadi 3 shift,” ucapnya Rabu (14/11).
Suprapto menuturkan pihaknya juga sudah memetakan daerah rawan bencana di 44 stasiun di wilayah DAOP 4. Pasalnya, penanganan sejak dini sangat penting untuk mencegah bencana yang mungkin saja terjadi.
“Kami dari DAOP 4 Semarang sudah sangat siap menghadapi musim penghujan. Kita juga menyiapkan berbagai peralatan untuk antisipasi bencana terutama wilayah rawan banjir sepanjang Pantura dari Pekalongan sampai Semarang,” katanya.
Suprapto menambahkan, untuk menanggulangi banjir telah menyiapkan pompa air pada titik rawan banjir yang secara otomatis akan bekerja disaat luapan air banjir mengganggu rel kereta api.
“Di wilayah Semarang sendiri  daerah yang rawan bencana saat musim hujan meliputi Mangkang, Semarang Tawang ke arah Alas Tua dan Pelabuhan,” tambahnya.
Suprapto berharap dengan menejemen bencana yang dilakukan PT KAI, musim hujan tidak mengganggu lalu-lintas kereta api dan bisa mengurangi potensi kencelakaan yang ditimbulkan.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *