Menteri Hanif: Kerja Keras dan Inovasi Kunci Jadi Orang Hebat 

Penyerahan 1000 Sertifikat Kompetensi Tahun 2018 kepada peserta Uji Kompetensi LSP P2 BBPLK di aula BBPLK Semarang oleh Menaker RI Hanif Dhakiri, Selasa (13/11).  (Humas kemenaker)

SEMARANG (Asatu.id) – Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Menaker RI) M Hanif Dhakiri mengatakan arti pentingnya pelatihan vokasi. Hal ini merupakan terobosan di tengah angkatan kerja yang masih didominasi oleh lulusan SD-SMP.

Hal tersebut diungkapkannya saat acara Penyerahan 1000 Sertifikat Kompetensi Tahun 2018 kepada peserta Uji Kompetensi LSP P2 BBPLK di aula BBPLK Semarang, Selasa (13/11).

“Dulu kalau orang mau pelatihan di BLK harus lulus SMA. Dulu ke BLK usia tidak boleh lebih dari 30 tahun. Sekarang ini nggak penting anda asalnya darimana. Nggak peduli anda orang miskin atau kaya. Nggak peduli anda sekolah atau tidak, nggak peduli anda umurnya tua atau muda. Siapa saja yang butuh pelatihan kerja. Siapa saja yang butuh skill, bisa datang ke BLK,” jelasnya.

Selain itu, karya-karya siswa BBPLK Semarang program pelatihan fashion technology juga ditampilkan dalam acara ini.

Menteri Hanif pun dengan senang hati menerima sebuah jaket karya siswa pelatihan dari BBPKL Semarang.

“Contoh fashion show tadi, termasuk jaket yang saya pakai, ini adalah hasil up grading kejuruan menjahit BBPLK Semarang. Tadinya kita berpikir, kalau anak-anak muda diajar jahit saja itu out putnya cuma 2. Satu masuk di pabrik garmen tapi kalau masuk industri kemudian terjebak di sebuah pekerjaan yang sama selama bertahun-tahun,” tandasnya.

Oleh karena itu, sambungnya, kejuruan menjahit kita up grade agar tidak hanya sekedar menjahit di rumah atau menjadi buruh garmen, tapi juga kita proyeksi menjadi fashion designer kedepan.

“Saya percaya dengan bekerja keras, inovasi, ketekunan, dan kegigihan, kalian semua akan tampil menjadi orang-orang yang hebat, orang-orang yang handal dengan karya-karya yang bisa dihargai banyak orang,” pungkasnya.

Usai menyampaikan sambutan, Menteri Hanif mengunjungi lab workshop fashion technology BBPKL Semarang. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *