Memaknai Konsep Kepahlawanan, Ada Formal dan Informal

SEMARANG (Asatu.id) – Kepala Dinas Sosial Jateng Nur Hadi Armianto menjelaskan konsep kepahlawanan ada dua pengertian, yakni pahlawan secara formal dan informal.

Pahlawan formal dalam UU No 20/2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan adalah warga negara Indonesia atau seseorang yang berjuang melawan penjajahan di wilayah NKRI yang gugur demi membela bangsa dan negara.

“Penghargaan diberikan oleh presiden. Mereka lantas diberi gelar pahlawan nasional,” kata Nur Hadi saat menjadi nara sumber dalan Dialog Parlemen yang mengangkat tema “Memaknai Pahlawan Bangsa” di Hotel Harris, Semarang, Senin (12/11).

Sementara pahlawan informal, lanjut Nurhadi, adalah orang-orang yang memiliki dedikasi dan sumbangsih tinggi bagi negara. Namun tidak menutup kemungkinan, adalah orang-orang yang berjasa untuk lingkungan sekitar.

“Dinas Sosial memiliki banyak pahlawan-pahlawan informal. Mereka mendedikasikan dirinya secara sukarela seperti membantu di panti jompo maupun-maupun tempat-tempat sosial secara 24 jam,” jelasnya.

Sementara nara sumber lain, Guru Besar Undip, Prof Dr Singgih Tri Sulistyono mengungkapkan, untuk membumikan nilai-nilai kepahlawanan sekarang ini, anak-anak perlu diberikan tanggung jawab, berbuat baik.

“Tidak perlu harus menjunjung senjata. Berbuatbaiklah pada lingkungan dan mengubah sesuatu untuk bermanfaat bagi sesama,” katanya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *