Kuota Panti di Jawa Tengah Sudah Overload

SEMARANG (Asatu.id) – Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah Nur Hadi Amiyanto mengatakan, sebanyak 14 panti jompo dan 11 panti sosial di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah saat ini telah mencapai batas penghuni. Hal itu diungkapkannya usai menghadiri acara Prime Topic di salah satu hotel Kota Semarang, Senin (12/11).

Bahkan, dia menjelaskan, panti-panti tersebut sebenarnya masih kekurangan tempat lantaran saat ini telah melebihi batas penghuni yang hanya diperuntukkan 1.200 orang.

“Itu masih kurang karena orang yang sakit gangguan jiwa di Jateng ini kalau dari angka WHO 70.000, kalau yang terlantar itu 10 persen saja berarti 7.000. Pantiku itu untuk 1.200 sudah overload semua,” ungkapnya.

Selanjutnya, dia menjelaskan jumlah orang yang mengalami gangguan jiwa perbandingannya adalah dua permil atau 2 dari angka 1.000 orang gangguan jiwa. Dia menjelaskan, jumlah orang gangguan jiwa di Jawa Tengah tidak sebanyak di Jawa Barat maupun Jawa Timur yang diketahui dari jumlah penduduknya.

“Di jateng who tercatat penduduknya 34 jt. Jadi kalau penduduk jabar kalau ada 48 jt berarti nuwun sewu. Ya gangguan jiwa berat tinggal mengalikan 96.000, lebih banyak yang gila di sana dibandingkan kita. Jatim lebih gede juga dari penduduk kita, berapa panti. Jadi di Jateng ini Alhamdulillah dengan segala keterbatasan kita dalah yang paling ramah,” tungkasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *