Gaya Millenialnya Dinilai Unik, Ganjar: Ini Tidak Mudah

SEMARANG (Asatu.id) – Mahendra Aji Pratama dan Novi, dua mahasiswa tingkat akhir dari Universitas Paramadina Jakarta, mendatangi Gubernur Ganjar Pranowo di Rumah Dinas Puri Gedeh, Semarang, Selasa (13/11).

Dua mahasiswa Prodi Hubungan Internasional itu bermaksud melakukan penelitian gaya kepemimpinan Ganjar yang dinilai unik dan membawa keberhasilan bagi Provinsi Jawa Tengah.

Di hadapan dua mahasiswa itu, Ganjar Pranowo mengatakan, apa yang sudah diraihnya saat ini bukanlah perkara mudah. Untuk mengubah sistem, khususnya birokrasi, dia harus berjuang keras.

“Ini tidak mudah, apalagi menata birokrasi yang dulunya konvensional menjadi modern. Perlu perjuangan yang keras hingga jadi seperti saat ini,” kata dia.

Menurut Ganjar, selain mengubah birokrasi dari yang biasanya dilayani menjadi melayani, Ganjar juga mengatakan berjuang keras mewujudkan pemerintahan yang bersih.

Beberapa kali Ganjar mencopot pejabat yang terbukti melakukan pelanggaran serius, khususnya persoalan korupsi, gratifikasi dan sebagainya.

“Kalau yang berat-berat langsung saya copot, tapi kalau pelanggarannya ringan dan masih bisa dibina, maka kami bina,” terangnya.

Disinggung mengenai keberhasilannya menggunakan media sosial untuk kelancaran pemerintahan, Ganjar mengatakan jika hal itu memang sangat membantu. Meski demikian, keterbukaan itu juga kerap dimanfaatkan orang yang tidak suka dengan dirinya.

“Kendalanya ya itu, banyak juga yang nyinyir di medos saya. Tapi saya menganggap itu hanya bumbu saja dalam menjalankan pemerintahan ini,” tutupnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *