Sedimentasi dan Sampah Jadi Kendala Normalisasi Sungai

SEMARANG (Asatu.id) – Penumpukan sedimen dan sampah hingga saat ini masih menjadi kendala dalam normalisasi sungai yang ada di Kota Semarang. Hal itu dikatakan Plt Kabid Sumber Daya Air dan Drainase Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang, Isworo.

Isworo membeberkan, setiap hari pihaknya mengerahkan sekitar 30 mandor untuk mengangkuti sampah di sungai-sungai yang ada di Kota Semarang. Hal itu lantaran menurutnya sampah selalu berdatangan setiap harinya sehingga perlu dilakukan pembersihan secara terus-menerus.

“Sampah hari ini diambil besok pasti muncul lagi. Ini rutin tiap hari yang bukan hanya perilaku orang-orang semarang, tetapi juga pendatang,” keluh dia.

Ia mengaku setiap hari pihaknya dapat mengeluarkan hampir 60 truk untuk mengangkuti sampah-sampah tersebut. Selain merusak keindahan sungai, menurutnya, penumpukan sampah di sungai-sungai memberikan dampak buruk untuk saluran air dan pompa yang telah disediakan Pemerintah Kota Semarang.

“Sampah ini membuat salurannya ketutup, bersihinnya nangis. Kalau Kali Banger muncul lagi enceng gondok, harus dibersihkan dengan amphibious,” akuinya.

Dia melanjutkan, sampah-sampah maupun enceng gondok tersebut menjadi ancaman bagi sebuah pompa yang difungsikan untuk mengatasi adanya limpasan-limpasan jika terjadi hujan. Ia pun mengimbau kepada masyarakat untuk berhenti membuang sampah di sungai. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *