Perlu Perpres untuk Selamatkan Danau

SEMARANG (Asatu.id) – Sampai saat ini, keberadaan dan pemanfaatan danau belum dikelola secara baik, sehingga banyak danau yang rusak. Padahal danau memiliki banyak fungsi untuk kehidupan manusia. Mulai dari sumber penyedia air tawar, pengendali banjir,  pengairan pertanian, menjaga keanekaragaman hayati, hingga pariwisata.

Pernyataan itu disampaikan Direktur Kehutanan dan Sumberdaya Air Bappenas Nur Hygiawati Rahayu, dalam Rapat Koordinasi Penyusunan Rancangan Konsep Peraturan Presiden tentang Penyelamatan Danau Prioritas, di Ruang Rapat Gedung B Lantai V Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jumat (9/11).

Menurutnya, di samping karena faktor alam dan perilaku manusia yang tidak arif, kerusakan juga dipengaruhi belum adanya regulasi yang mengatur pemanfaatan danau.

“Kondisi danau-danau ini sangat kritis. Jika tidak ada terobosan bersama, nanti kita semua yang dapat dampaknya. Kalau hanya jadi tanggung jawab di salah satu sektor, tidak bisa menyelesaikan, karena soal air itu lintas sektor,” kata Nur, di acara yang juga dihadiri Sekda Jateng, Sri Puryono.

Karenanya, Nur memandang, kehadiran Perpres Penyelamatan Danau Prioritas Nasional,  diperlukan. Arah kebijakan perpres ini untuk mempertahankan danau prioritas nasional dari ancaman penurunan fungsi, memulihkan danau prioritas nasional yang rusak, dan memanfaatkan danau prioritas nasional dengan tetap memperhatikan fungsinya secara berkelanjutan.

Dia menambahkan, terdapat 15 danau prioritas yang akan masuk dalam RPJMN 2015-2019 untuk diselamatkan. Danau tersebut adalah Danau Toba, Singkarak, Maninjau, Kerinci, Rawa Danau dan Rawa Pening. Selanjutnya Danau Batur, Tempe, Matano, Poso, Tondano, Limboto, Mahakam, Sentarum dan Sentani.

Khusus untuk penyelamatan Rawa Pening, beberapa usulan yang diperlukan dari daerah sebagai bahan kajian penyusunan perpres adalah penetapan garis sembadan Danau Rawapening, otorisisasi  pengelolaan danau, pengaturan zonasi budidaya pertanian pada kawasan fungsi lindung dan upaya mengatasi suburnya enceng gondok. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *