Dewan Nilai Rencana Pemkot Terapkan Sistem Parkir Berlangganan Kurang Matang

SEMARANG (Asatu.id) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang menilai Pemerintah kurang matang dalam perencanaan penerapan sistem parkir berlangganan. Hal ini dilihat dari yang sebelumnya direncanakan akan dilakukan uji coba pada bulan November ini, ternyata molor. 

Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang Wachid Nurmiyanto mengatakan, penerapan sistem parkir berlangganan bukanlah hal yang mudah. Pemerintah harus benar-benar mempersiapkan sistem tersebut secara matang yakni meliputi pelaksanaan secara teknis, pendataan, perlengkapan dan infrastruktur pendukung, payung hukum, anggarn dan pencegahan konflik dilapangan.

“Yang tak kalah penting itu pencegahan konflik pasca nanti diterapkan sistem berlangganan itu. Karena kan selama ini parkir dikelola oleh baik perorangan ataupun swasta. Bahkan banyak oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab juga bermain disitu,” katanya, Kamis (8/11).

Selain itu, Lanjut Wachid, penerapan sistem parkir secara berlangganan juga akan mengubah sistem, dimana juru parkir nantinya akan digaji oleh Pemerintah Kota Semarang. Olehkarena itu butuh soialisasi dan seleksi ketat untuk memilih juru parkir.

“Kebiasaan juru parkir mendapat uang secara langsung udah menjadi kebiasaan saat ini. Dan nantinya kan ada peralihan dimana juru parkir akan digaji oleh Pemkot. Dan ini perlus sosialisasi, baik adaptasi secara teknis pelaksanaan maupun dari sisi psikologis juru parkir itu sendiri,” ungkapnya.

Selain itu lanjut Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu menegaskan, penataan juga harus menjuru ke penataan mata rantai pengelolaan parkir yang banyak melibatkan pihak swasta. Sehingga potensi konflik pasca diterapkan sistem parkir berlangganan dapat diminimalisir.

“Dilapangan sangat rentan terjadinya konflik, sehingga perlu penataan dan komunikasi yang bik untuk mecari solusi yang saling menguntungkan,” imbuhnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *