Remaja Bisa Aplikasikan Nilai Kepahlawanan dalam Bermasyarakat

SEMARANG (Asatu.id) – Sekjen Karang Taruna Jateng, I Gede Ananta Wijaya, menuturkan, remaja zaman sekarang, realitanya memang tidak paham sejarah dan mengenal pahlawan secara detil.

Tapi yang terpenting, kata Ananta, mereka dapat mengambil teladan nilai-nilai kepahlawanan untuk diaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat. Teladan itu bisa dicontohkan oleh pemimpin di era sekarang, tokoh masyarakat, atau orang tua.

Hal itu disampaikan Ananta saat menjadi nara sumber Dialog Suara Jateng “Semangat Pahlawan Masa Kini”, di Studio Mini Kantor Gubernur Jawa Tengah, Selasa (6/11).

Sementara nara sumber lain, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, Nurhadi Amiyanto menyampaikan, rasa kesetiakawanan perlu dibangun di kalangan remaja. Pihaknya pun berupaya membuka peluang para siswa untuk “magang” setidaknya selama lima hari di panti sosial, terutama panti wreda yang dikelola Pemprov Jateng.

Salah satunya yang sudah berjalan adalah SMAN 1 Semarang. Mulai bangun tidur, siswa diminta turun langsung merawat para lansia, memandikan, memakaikan baju, menyuapi, dan sebagainya.

“Insya Allah kalau selama lima hari dari pagi membantu eyang kakung, eyang putri yang telantar, ndulang (menyuapi), ikut memandikan, kecerdasan sosial dan kemanusiaannya akan terasah. Anak-anak bangsa kita akan menjadi anak yang cerdas tapi berbudi pekerti baik,” katanya.

Jika kegiatan mengasah kesetiakawanan dan kemanusiaan semakin sering dilakukan, Nurhadi meyakini, tidak akan ada tawuran antarsiswa ataupun tindakan kriminal yang dilakukan oleh siswa, seperti perampokan driver taksi online beberapa waktu lalu.

Mengingat program tersebut sangat bagus, dia pun sudah berkomunikasi dengan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Gatot Bambang Hastowo, untuk mengembangkannya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *