Pemahaman Kebencanaan Perlu Dikenalkan pada Masyarakat

SEMARANG (Asatu.id) – Pemahaman mengenai kebencanaan dan antisipasi sebelum bencana itu terjadi perlu dikenal oleh masyarakat guna meminimalisasi korban serta kerusakan akibat bencana.

Hal itu disampaikan Sekretaris Komisi E DPRD Jawa Tengah, Abdul Hamid selaku pimpinan rombongan Komisi saat mengunjungi Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang, Selasa (6/11).

Dalam kunjungan itu, Komisi E diterima Sekretaris BPBD Nurwiyati. Dijelaskannya, saat ini BPBD Kabupaten Semarang mempunyai 18 personel terdiri dari 14 PNS dan sisanya sukarelawan.

“Ya kami selalu dibantu sukarelawan dan pemadam kebakaran (damkar) juga dalam bekerja,” ujarnya.

Nurwiyati juga menambahkan, di daerahnya ada beberapa wilayah yang rawan longsor, angin kencang dan kekeringan. Ada juga data kejadian terbesar adalah kebakaran. Untuk mengatasi masalah kekeringan, pihak BPBD sudah menyalurkan 308 tangki air bersih dari alokasi APBD, serta 108 tangki air dari pihak luar.

Menanggapi hal itu, Abdul Hamid mengatakan antisipasi tetap harus dijalankan. Kerja sama proaktif masyarakat sangat dibutuhkan.

“Karena dinas terkait tidak dapat bekerja sendiri maka masyarakat juga perlu turun tangan,” ujarnya.

Pihak komisi E juga sudah mengapresiasi kinerja BPBD Ungaran ini karena dari segi SDM serta sarana dan prasarana sudah memadai. Tinggal meningkatkan kinerja masing-masing personel untuk memaksimalkan kinerja yang optimal saat bencana terjadi.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *