Ketua LVRI: Tantangan Generasi Muda Lebih Berat dan Kompleks

SEMARANG (Asatu.id) – Ketua DPD Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Jawa Tengah, Kol (Purn) MA Munadjat menyampaikan, di era sekarang, saat kemerdekaan negara ini sudah 73 tahun, perlu dipertanyakan, sudahkah nilai-nilai perjuangan dan nasionalisme itu tertanam.

“Kadang, saya berfikiran, untuk memasang bendera 17 Agustus, mbok ya nggak usah diingatkan. Seberapa banyak orang yang ingat dan sadar untuk memasangnya. Kita lihat, sejauh mana nasionalisme masyarakat. Sudahkan nilai-nilai itu tertanam,” ujar Munadjat saat menjadi nara sumber Dialog Suara Jateng “Semangat Pahlawan Masa Kini”, di Studio Mini Kantor Gubernur Jawa Tengah, Selasa (6/11).

Diakui, tantangan generasi muda saat ini lebih kompleks dan berat dibanding pada masa penjajahan, karena musuhnya tidak berbentuk fisik. Tantangannya pun tidak hanya dari luar, tapi juga dari dalam. Salah satunya hoaks yang mengancam persatuan bangsa.

“Dulu Indonesia bisa menang dari penjajah, padahal senjatanya sederhana. Kemenangan itu karena persatuan. Sekarang tantangannya lebih kompleks. Namun, semua bisa menjadi pahlawan. Berkarya dengan baik, tidak korupsi, itu juga pahlawan,” tegas Munadjat.

Dia berharap, ke depan semakin banyak kegiatan yang bisa membentuk karakter generasi muda. Tumbuhkan rasa kesetiakawanan, kemanusiaan, yang dapat merekatkan persatuan. Sebab, generasi sekarang seolah kesulitan mendapatkan gambaran perjuangan para pahlawan secara nyata.

Selain Munadjat, dialog tersebut juga menampilkan nara sumber lain, yakni Wakil Gubernur Jawa Tengah H Taj Yasin Maimoen, Sekjen Karang Taruna Jateng I Gede Ananta Wijaya, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah Nurhadi Amiyanto dan Kepala Sekolah SMA N 1 Semarang Endang Suyatmi Listyaningsih.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *