Balai Konservasi Borobudur Gelar Pameran Arsip

SEMARANG (Asatu.id) – Sebarluaskan informasi kearsipan Candi Borobudur, Balai Konservasi Borobudur menggelar Pameran Arsip tanggal 6 hingga 10 November 2018 di Java Mall Semarang.

Edukator Balai Konservasi Borobudur, Panggah Ardiansyah mengungkapkan pameran ini merupakan salah satu bentuk publikasi mengenai cagar budaya Candi Borobudur dan kawasannya yang telah terdaftar pada arsip Memory of The World UNESCO sejak tahun 2017 lalu.

“Salah satu tugas Balai Konservasi Borobudur adalah melakukan publikasi tentang Candi Borobudur dan kawasannya yang pada tahun lalu telah diarsipkan di Memory of The World. Jadi ini semacam peringatan dari setahun penetapan itu,” ujarnya.

Semarang sebagai tujuan terakhir dari roadshow ini yang telah diadakan di tiga kota yakni Jogja, Surabaya dan Bandung. Pameran ini diadakan untuk memberikan pengertian dan kesadaran mengenai keberadaan arsip Candi Borobudur.

Selain pameran, lanjut Panggah, juga diadakan diskusi publik dengan obrolan santai bersama dengan dinas-dinas terkait, komunitas pecinta sejarah maupun masyarakat umum. Guna meningkatkan literasi masyarakat akan pentingnya arsip dalam kehidupan sehari-hari.

“Arsip tidak hanya tentang cagar budaya, dalam kehidupan sehari-hari banyak ingatan yang terlupakan karena kita tidak mau membaca arsip,” imbuh Panggah.

Selain pameran, juga diadakan diskusi publik dengan obrolan santai bersama dengan Dinas-dinas terkait, komunitas pecinta sejarah maupun masyarakat umum. Guna meningkatkan literasi masyarakat akan pentingnya arsip dalam kehidupan sehari-hari.

“Arsip tidak hanya tentang cagar budaya, dalam kehidupan sehari-hari banyak ingatan yang terlupakan karena kita tidak mau membaca arsip,” katanya.

Panggah menambahkan selama roadshow di tiga kota sebelumnya, respon masyarakat sangat baik. Cukup banyak kunjungan dari masyarakat umum serta siswa-siswi dari beberapa sekolah melalui informasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

“Melalui pameran ini diharapkan arsip Candi Borobudur lebih dikenal oleh masyarakat sehingga bisa lebih dimanfaatkan ke depannya, tidak hanya oleh pemerintah namun masyarakat juga dapat berkontribusi untuk melestarikan dan memanfatkan arsip Borobudur,” pungkas Panggah. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *