Antisipasi Kepadatan Lalu Lintas, Trans Semarang Perlu Jalur Khusus

SEMARANG (Asatu.id) – Layanan Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang koridor 1 jurusan Penggaron – Mangkang terkena imbas akibat insiden truk terguling  di jalan Walisongo, Tambak Aji, Ngaliyan, Semarang, Selasa (6/11)

Saat kejadian, kondisi cuaca sedang turun hujan sangat deras mengguyur Kota Semarang. Sehingga kecelakaan yang terjadi tepat di turunan lapangan Tugu tersebut telah menutup separo badan jalan dan menyisakan satu jalur arah Kota yang menyebabkan terjadi antrian kendaraan arah ke Kota.

Trans Semarang hingga saat ini belum memiliki jalur khusus BRT, sehingga masih menjadi satu dengan kendaraan pribadi.

Kepala Badan Layanan Umum Trans Semarang, Ade Bhakti Ariawan mengungkapkan jika dedicated line dibutuhkan pada layanan Trans Semarang, agar BRT sebagai angkutan massal memiliki jalur sendiri sehingga tidak terpengaruh dengan kepadatan lalu lintas yang terjadi.

“Jika Trans Semarang telah memiliki jalur khusus berupa dedicated line, diharapkan waktu tempuh armada menjadi lebih akurat dan stabil,” jelasnya.

Selama ini, lanjut dia, kedatangan Trans semarang seringkali megalami keterlambatan terutama jika ada hambatan lalin seperti kecelakaan, pengalihan jalur, penutupan jalan.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *