48 Pelanggaran Pemilu 2019 Diperiksa Bawaslu Jateng

SEMARANG (Asatu.id) – Sebanyak kasus dugaan pelanggaran pemilu yang terjadi pada masa kampanye 2019 saat ini ditangani dan diperiksa oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Tengah.

“Pelanggaran pemilu yang terjadi itu berkaitan dengan berbagai macam hal, seperti netralitas aparatur sipil negara (ASN), politik uang, dan sebagainya,” kata Ketua Bawaslu Jawa Tengah Fajar Subhi, di Semarang, Selasa (6/11).

Menurut Fajar,  dari para pelanggar tersebut ada yang berasal dari ASN dan kepada desa. Jika ada bukti-bukti yang tentang keterlibatan mereka, pihaknya tidak segan-segan untuk menyeret para pelanggar ke meja hijau.

Soal pelanggaran pemilu, Fajar mengakui kesulitan terbesar terletak pada pembuktian. Namun, pihaknya akan bersikap obyektif untuk mengurai semua bentuk pelanggaran pemilu, sehingga pelanggaran yang terbukti bisa ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Mantan Ketua KPU Jawa Tengah ini tidak menampik pelanggaran pemilu ini kemungkinan besar akan bertambah. Masalahnya, lanjut dia, masih ada sejumlah temuan atau laporan yang belum sempat diinventarisasi Bawaslu.

Tidak cuma menangni pelanggaran pemilu, Bawaslu Jateng juga menertibkan alat peraga kampanye (APK) yang terindikasi menyalahi peraturan. “Kalau melanggar aturan, APK caleg atau pun parpol ya terpaksa kami copot,” paparnya.

Untuk menurunkan puluhan bahkan ratusan APK yang menyalahi aturan tersebut, Fajar mengaku lembaganya tidak memiliki dana khusus. “Jika ada temuan pelanggaran APK, kami hanya berkoordinasi dengan pemangku kepentingan, seperti menggandeng Satpol PP untuk untuk pelaksanaan penertiban,” ujarnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *