Efektivitas Pengawasan Produk Tak Lepas dari Peran Tiga Pilar

SEMARANG (Asatu.id) – Kepala BPOM RI, Penny K Lukito mengatakan, efektivitas pengawasan obat dan makanan sebagai bagian dari pembangunan kesehatan tidak terlepas dari peran tiga pilar utama, yaitu pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.

Sinergitas tiga pilar tersebut akan mempercepat tercapainya derajat kesehatan bangsa dan daya saing produk negeri, bagi Indonesia pun di mancanegara.

Penny K Lukito menyampaikan hal itu saat lokakarya bertajuk “Efektivitas Pengawasan Obat dan Makanan melalui Sinergitas dengan Pelaku Usaha”, di PO Hotel Semarang, Selasa (6/11).

Ikut hadir dalam lokakarya tersebut Sekretaris Daerah (Sekda) Jateng, Sri Puryono, pengusaha obat dan jamu tradisional Irwan Hidayat dan puluhan pengusaha jamu dan obat di Jateng.

Dijelaskan Penny, BPOM RI sebagai regulator terus melakukan perbaikan pada berbagai sisi, termasuk pada sistem pengawasan obat dan makanan. Deregulasi dan simplifikasi bisnis proses ditetapkan dan didukung dengan sistem pelayanan publik prima, efektif, efisien, dan ramah terhadap para pelaku usaha juga masyarakat.

Tentunya, lanjut Penny, tanpa menurunkan pemenuhan terhadap standar keamanan khasiat maupun mutu obat dan makanan.

“Lokakarya ini sekaligus menyosialisasikan terobosan-terobosan yang telah dilakukan oleh BPOM dalam rangka perbaikan sistem pelayanan publik, menjaring masukan dari pelaku usaha, serta stakeholder lainnya guna membangun sistem pelayanan publik BPOM menjadi lebih baik,” terangnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sekda Jateng Sri Puryono juga membuka pameran UMKM yang memamerkan sekaligus mengenalkan berbagai produk makananan, minuman kesehatan, jamu maupun obat tradisional di bawah binaan BPOM. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *