Bank Jateng Syariah Purwokerto Buka KCPS Baru di Cilacap

CILACAP (Asatu.id) – Bank Jateng Cabang Syariah Purwokerto telah membuka Kantor Cabang Pembantu Syariah (KCPS) Cilacap di Jalan Jenderal Suprapto.

Peresmian kantor tersebut diresmikan oleh Bupati Tatto Suwarto Pamuji, Jumat (2/11).

Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita dan peninjauan ruangan yang dihadiri Kepala Perwakilan BI Purwokerto Agus Chusaini, Kepala OJK Purwokerto Sumarlan, Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) Dr Syamsuhadi Irsyad MH, Kepala Divisi Syariah Bank Jateng Rizeni Arifin, dan pata tamu undangan.

Kepala Divisi Syariah Bank Jateng, Rizeni Arifin mengatakan, Bank Jateng adalah lembaga keuangan yang sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah dan pemerintah kabupaten/kota se-Jawa Tengah. Banyak harapan yang berkembang dihati pemilik saham maupun managemen Bank Jateng untuk mendukung perekonomian yang berbasis syariah.

“Untuk itu kami berharap Bank Jateng Syariah akan menjadi bagian tidak terpisahkan dari pertumbuhan perekonomian di Jawa Tengah. Sehingga pembukaan Kantor Cabang Pembantu Syariah (KCPS) Cilacap ini merupakan salah satu upaya strategis untuk secara terus menerus meningkatkan pelayanan dan manfaat yang diberikan Bank Jateng kepada para nasabah dan masyarakat pada umumnya,” katanya.

Menurut Rizeni Arifin, saat ini Bank Jateng Syariah telah memiliki 187 jaringan kantor yang tersebar di Jawa Tengah dan Yogyakarta, terdiri atas 4 kantor cabang di Semarang, Solo, Purwokerto, dan Pekalongan. Ditambah 12 kantor cabang pembantu syariah, 10 kantor kas, dan 100 layanan syariah di kantor cabang dan kantor cabang pembantu Bank Jateng konvensional.

Menurut Rizeni Arifin, kinerja Bank Jateng sampai 30 September 2018 telah menunjukkan perkembangan usaha yang mampu tumbuh secara baik. Total asset mencapai Rp 65,90 triliun dengan konstribusi unit usaha syariah (UUS) sebesar Rp 3,50 triliun atau tumbuh sebesar 5,42 % dari posisi Triwulan III tahun 2017 yang sebesar Rp 62,51 triliun.

Dana pihak ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun Rp 52,19 triliun dengan konstribusi UUS Rp 2,07 triliun atau tubuh 1,33 % dari posisi sebelumnya, yakni seebsar Rp 51,51 triliun.

Pembiayaan yang disalurkan telah mencapai Rp 45,57 triliun atau tumbuh 11,43 % dari posisi akhir Triwulan III tahun 2017 yang sebesar Rp 40,89 triliun dengan konstribusi UUS Rp 2,47 triliun. Sedangkan laba usaha sampai 1 September 2018 sebesar Rp 1,54 triliun atau naik 10,28 % dari posisi akhir triwulan III Ttahun 2017 yang sebesar Rp 1,39 triliun dengan konstribusi UUS Rp 94,74 miliar.

Bupati Tatto Suwarto Pamuji mengatakan, dalam pelaksanaan pembangunan, khususnya di sektor ekonomi, keberadaan bank memiliki peranan yang sangat penting dan strategis. Untuk itu keberadaan lembaga perbankan harus mampu berperan sebagai lembaga mediator dan motivator dalam rangka mendorong masyarakat untuk menabung, sebagai pelayan dan penyalur dana untuk masyarakat dan usahawan yang memerlukan jasa perbankkan.

“Kami berharap Bank Jateng Syariah di semakin memantapkan diri dalam menopang perekonomian masyarakat Cilacap karena Cilacap merupakan daerah industri dan menjadi pusat pengembangan investasi di Jawa Tengah bagian selatan,” katanya.

Harapan tersebut tidaklah berlebihan karena perkembangan industri di Cilacap akan membawa dampak positif bagi penyerapan tenaga kerja, perputaran uang yang besar, dan peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) yang pada akhirnya akan meningkatkan laju perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Cilacap.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *