2 Siswa Disabilitas Jateng Ikuti Lomba IT di India

SEMARANG (Asatu.id) – Dua siswa kelas X SMALB Yayasan Pendidikan Anak Cacat (YPAC) Semarang, siap mengikuti seleksi Global IT Challenge (GITC) di New Delhi India, pertengahan November mendatang.

Kedua siswa yang mahir di bidang IT tersebut, Keisa Fajar Putra (15) dan Bramudia Nur Alam (19), akan mewakili Jateng dan Indonesia mengikuti seleksi lomba IT tingkat Asia Pasifik. Kedua remaja penyandang tuna daksa itu akan bersaing dengan ratusan disabilitas lain dari 15 negara.

“Dari Indonesia ada enam siswa, dua diantaranya dari YPAC Semarang. Kami mohon doa restu dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Kami berharap keikutseraan kedua siswa kami bisa memotivasi disabilitas lain di Tanah Air,” kata Ketua Umum YPAC Semarang, Wahyuni Bambang Sudarmanto, saat audiensi dengan Sekda Jateng, Dr Ir Sri Puryono KS MP di ruang kerja Sekda, Kamis (1/11).

Dijelaskan, Sabtu (3/11), Alam dan Keisa akan berangkat ke Jakarta untuk menjalani karantina sebelum mengikuti tes seleksi lomba IT di India, tanggal 7-12 November mendatang. Kendati yang masuk seleksi GITC dua siswa, namun yang dibiayai dari panitia lomba hanya satu peserta dan pendamping dari Jakarta.

“Kami mencari sponsor atau bantuan dari pihak lain untuk biaya keberangkatan Keisa dan Alam serta dua pendamping dari YPAC. Kami juga belum memberikan pelatihan tatacara naik pesawat kepada mereka berdua, terlebih Alam anaknya sangat kagetan, mendengar suara keras sedikit akan menjerit karena kaget,” beber Bambang.

Ia berharap, keikusertaan kedua remaja asal Rembang dan Kota Semarang di ajang internasional itu bisa memotivasi generasi muda lainnya di Jateng dan Indonesia pada umumnya. Meskipun dengan keterbatasan kondisi fisik, namun tidak menyurutkan semangat mereka untuk mengharumkan Indonesia di bidang IT.

Sementara itu, Sekda Jateng Sri Puryono mengapresiasi terpilihnya Keisa dan Alam mengikuti lomba IT di India. Sekda berpesan agar dua wakil dari Jateng itu tekun berlatih sehingga dapat membanggakan Jawa Tengah, mengharumkan Indonesia, dan mengibarkan bendera Merah Putih di event internasional tersebut.

“Selamat kepada Alam dan Keisa. Kalau kita mengikuti kompetisi anggap saja mereka teman kita. Teman yang harus berkeyakinan bahwa mereka paling tidak sama dengan kita. Harus selalu optimis. Semoga lancar semuanya dan kami akan membantu menambah uang saku Keisa dan Alam,” terang sekda.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *