Ketua DPRD Kota Semarang Usulkan Atlet Berprestasi Diangkat Jadi Pegawai non-ASN

SEMARANG (Asatu.id) –  Kontingen Kota Semarang kembali menunjukkan keperkasaannya dengan mempertahankan gelar juara umum Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov) Jateng. Dalam perburuan medali di event empat tahunan pada 2018 tersebut, Kota Semarang mendulang medali terbanyak, yakni 115 emas, 94 perak dan 100 perunggu.

Sementara kontingen tuan rumah Kota Surakarta menempel ketat di urutan kedua dengan meraih 83 emas, 73 perak dan 113 perunggu. Sementara posisi ketiga ditempati Kabupaten kudus yang memperoleh 69 emas, 70 perak dan 72 perunggu

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang Supriyadi mengapresiasi torehan kontingen Kota Semarang dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng XV/2018 yang membawa pulang gelar juara umum.

Lek Di, sapaan akrab Supriyadi mengatakan keberhasilan kontingen Kota Semarang harus diapresiasi dengan perhatian Pemerintah Kota Semarang terhadap para atlet yang sudah berjuang untuk mengharumkan nama Kota Semarang.

Oleh karena itu, pihaknya berharap pemberian bonus dari Pemerintah Kota Semarang bukan hanya berupa materi. Akan tetapi atlet yang berprestasi dapat difasilitasi untuk ikut serta membangun Kota Semarang melalui pengangkatan menjadi tenaga non-ASN di lingkungam Pemerintahan Kota Semarang.

“Kami mengusulkan untuk atlet yang berprestasi untuk dapat direkrut sebagai tenaga non-ASN di lingkungan Pemkot Semarang, karena mereka sudah membawa nama baik kota semarang,” ungkapnya.

Hal ini sekaligus sebagai upaya Pemerintah Kota Semarang dalam hal meningkatkan kesejahteraan para atlet berprestasi.

“Sekaligus untuk memperbaiki kesejahteraan ekonomi para atlet. Jadi ke depannya harus ada jaminan masa depan bagi mereka yang telah mengharumkan Kota Semarang.  Minimal mereka direkomendasikan sebagai tenaga non- ASN di lingkungan Pemerintah Kota Semarang.  Semua ini tergantung dari kebijakan Pemerintah Kota,” imbuhnya.

Belum Penuhi Target

Kendati  menyandang gelar juara umum,  perolehan medali emas kontingen Kota Semarang belum memenuhi target yang dipatok Pemkot Kota Semarang dan KONI Kota Semarang, yakni sebanyak 170 medali emas.

Namun demikian, perjuangan atlet-atlet kontingan Ibu Kota Jateng patut mendapat apresiasi.  “Saya menghargai perjuangan para atlet, meski perolehan emas belum memenuhi target.  Akan tetapi kami masih bangga, karena gelar juara umum masih bisa dipertahankan,” katanya, Rabu (31/10).

Politisi PDI Perjuangan itu menyarankan, perlu adanya evaluasi dari 52 cabang olahraga yang berlaga di ajang Porprov. Evaluasi ini sangat penting, sehingga hasil nya bisa menjadi tolak ukur untuk membenahi sistem pembinaan atlet di masa-masa mendatang.

“Di sisi lain dengan sistem yang berubah-ubah, dan juga venue nya itu tidak  bisa menyatu, sehingga dukungan seperti suporter dan juga fisik daripada pemain itu juga berpengaruh terhadap optimalisasi untuk perjuangan mereka. akan tetapi torehan juara umum sudah sangat luar biasa,” ungkapnya.

Untuk ke depan, dia berharap semua cabang olahraga untuk dapat menyampaikan kendala-kendala yang dihadapi, sehingga cabor yang sudah berhasil maupun yang masih tertinggal di ajang Porprov Jateng XV/2018, dapat melakukan pembenahan.

Semua cabor bisa menyampaikan evaluasinya terkait dengan kelemahan-kelemahan, tapi yang sudah mencapai puncak diharapkan untuk dapat ditingkatkan lagi,” ungkapnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *