Visi Misi Berbeda, Tujuannya Indonesia Sejahtera

SEMARANG (Asatu.id) – Empat Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Tengah, memaparkan visi dan misinya untuk proses pencalonannya. Hal itu berlangsung saat acara diskusi yang berlangsung di Candi View Hotel, Semarang, Selasa (30/10).

Acara yang diselenggarakan oleh Forum Wartawan Provinsi dan DPRD Jateng (FWPJT) itu, menampilkan empat Caleg, yaitu Fadholi (Caleg DPR RI Partai Nasdem Dapil Jateng I), Suswono (Caleg DPR RI dari PKS utuk Dapil Jateng IX), Syafril Nasution (Caleg DPR RI Partai Perindo Dapil Jateng I) dan Kharisma Febriansyah, Ketua DPP Partai Gerindra yang juga Caleg DPR RI dari Dapil Jateng VII.

Suswono, mantan Menteri Pertanian yang juga politikus PKS menyebut bahwa politik bisa menjadi alat kekuasaan. Dengan kekuasaan pula seseorang bisa mewujudkan cita-cita dan harapan masyarakat untuk memperbaiki taraf hidup.

Pria kelahiran Brebes itu juga menyebut partainya sebagai partai yang punya komitmen untuk menjadi pelopor dalam upaya mensejahterakan rakyat dan sangat cinta NKRI.

“Pemilu adalah salah satu sarana.
Cita-cita PKS mewujudkan Indonesia yang adil, sejahtera, bermartabat, serta mengokohkan kepemimpinan nasional,” katanya.

Sementara Syafril Nasution, Caleg DPR RI dari Partai Perindo mengakui, masih banyak kalangan masyarakat yang perlu bantuan sekaligus pendampingan, baik di sektor pertanian maupun soal kebutuhan lapangan kerja.

“Petani kita banyak, tapi belum sepenuhnya menikmati sektor ekonomi yang berkeadilan. Banyak faktor yang menjadi kendala. Padahal lahan kita luas. Kami ingin lahan perkebunan, misalnya, kita manfaatkan menjadi lahan pertanian. Petani harus sejahtera, jangan miskin,” katanya.

Syafril juga mengingatkan, lapangan kerja harus terbuka dan masyarakat bisa menciptakan sendiri. Apapun yang penting menghasilkan. Tidak harus menunggu pemerintah membuka lowongan PNS, karena beban pemerintah untuk membayar gaji PNS juga sudah berat.

Fadholi, Caleg dari Nasdem menandaskan, negara harus berdaulat secara ekonomi.
Infrastruktur yang rusak atau kurang harus diperbaiki dan ditambah. Sekolah-sekolah pertanian lebih diperhatikan dan pemanfaatan lahan untuk petani dimaksimalkan. Dengan begitu akan muncul ketertarikan masyarakat akan bidang pertanian.

Sedang Caleg Gerindra, Kharisma Febriansah menggarisbawahi perlunya politik dan bidang ekonomi jalan bersamaan. Pemerintah bertanggung jawab memberi fasilitas terciptanya lapangan kerja bagi masyarakat.

“Bagaimana kondisi masyarakat yang sebenarnya bisa diketahui lewat proses sensus yang jujur tanpa tendensi politik,” tandasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *