Jawa Tengah Siap Jadi Pilot Project Untuk Gerakan dan Kegiatan Pendidikan Alternatif

Caption : Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo hadir dalam acara Seminar “Pendidikan Alternatif Sebagai Bagian dari Budaya Membangun Identitas Bangsa” di Wisma Perdamain Semarang.

SEMARANG (Asatu.id) – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo hadir dalam acara Seminar “Pendidikan Alternatif Sebagai Bagian dari Budaya Membangun Identitas Bangsa” beberapa waktu lalu.

Dalam acara tersebut, perwakilan peserta seminar memaparkan hasil diskusi yang meliputi 4 topik yaitu: (1) Regulasi terkait pendidikan alternatif dan keterkaitannya terhadap kebangsaan, (2) Ekosistem yang mendukung internalisasi nilai kebangsaan, (3) Pendidikan kebangsaan sebagai strategi kebudayaan, dan (4) Internalisasi nilai-nilai kebangsaan dalam pendidikan alternatif.
Ganjar Pranowo mengajak pegiat-pegiat pendidikan alternatif untuk memberikan rekomendasi yang kongkrit kepada pemerintah daerah Jawa Tengah untuk dilaksanakan.
“Jawa Tengah siap dijadikan pilot project untuk gerakan dan kegiatan Pendidikan alternatif melalui jalur PKBM”, ujarnya.
Kordinator penyelenggara Pertemuan Nasional 2 Pendidikan Alternatif, Susilo Adinegoro menyambut positif tanggapan Gubernur Jawa Tengah.
“Melalui Jaringan Pendidikan Alternatif kami akan menindak lanjuti ajakan Bapak Ganjar untuk menjadi mitra Pemerintah Daerah dalam membangun identitas bangsa”, ungkapnya.
Seminar ini diselenggarakan di Wisma Perdamaian, Pendrikan Lor, Semarang, Jawa Tengah menjadi pembuka Pertemuan Nasional 2 Jaringan Pendidikan Alternatif yang dilangsungkan pada 26 -28 Oktober 2018 di Semarang.
Sebagai bagian dari Pertemuan Nasional 2 Jaringan Pendidikan Alternatif, juga berlangsung dua kegiatan lainnya, Kongres Pendidikan Alternatif dan Kongres Anak Merdeka yang diadakan di Desa Genting, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang.
Peserta seminar diikuti lebih dari 250 orang pegiat pendidikan alternatif yang tergabung dalam Jaringan Pendidikan Alternatif (JPA) dan masyarakat umum, akademisi, pemerhati pendidikan, dan perwakilan pemerintah.
Kegiatan ini didukung oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Dirjen Kebudayaan, Hilmar Farid dan Dirjen PAUD dan Dikmas, Harris Iskandar, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan diselenggarakan atas kerjasama lembaga-lembaga pegiat pendidikan alternatif yaitu Sanggar Anak Akar, Yayasan Setara, Sanggar Akar Institute, Erudio School of Art, Komunitas Peduli Musik Anak, Rumah Inspirasi, Sanggar Anak Alam, Sekolah Raya, Yayasan Festival film Pelajar Jogja.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *