SMART Dapatkan Dua Piala Bergilir dalam Gelaran OHARA

SEMARANG (Asatu.id) – Gelaran Olimpiade Humaniora Nusantara (OHARA) ke-10 oleh SMART Ekselensia Indonesia baru saja selesai. Acara ini digelar beberapa waktu lalu di Jawa Barat, banyak perolehan apresiasi positif.

SMART mendapat dukungan dari pemerintah berupa pemberian dua piala bergilir, yakni satu piala bergilir dari Gubernur Jawa Barat sejak kepemimpinan Ahmad Heryawan. Piala tersebut diberikan kepada pemenang lomba Opera Van Jampang.

Piala bergilir lain dipersembahkan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, untuk pemenang lomba Lintas Nusantara.

Namun, menurut Syarif, seorang konsultan pendidikan yang mengelola sebuah sekolah, seharusnya ajang OHARA ini dapat bekerja sama dengan pemerintah dalam bentuk lain. Syarif berharap acara selanjutnya dapat kerja sama dengan pemerintah daerah, sehingga dapat menjadi program pemerintah.

“Saya berharap ke depan semoga acara ini bisa ditingkatkan lagi melalui kerja sama dengan pemerintah daerah, sehingga bisa menjadi program pemerintah, dan acara ini bisa terbantu secara finansial dan publikasi,” papar  Syarif yang berkesempatan menjadi juri pada Lomba Esai OHARA.

Syarif juga memberikan kesan positifnya terhadap acara ini. Menurutnya, acara OHARA luar biasa, karena dapat membawa peserta dari luar daerah, yakni sampai ke daerah Kalimantan dan Sulawesi.

Sementara itu, bagi peserta OHARA menurut sebagian dari mereka bergabung di acara OHARA ini dapat mengasah kepedulian pelajar terhadap budaya Indoesia.

“OHARA juga dapat memberi solusi atas permasalah sosial yang ada di masyarakat, jadi kita tidak hanya mementingkan diri sendiri namun mementingkan orang lain juga,” ungkap Nur Danil, siswa Kelas XI SMA Negeri 2 Gowa, Makasar, Sulawesi Selatan.

Kesan positif lainnya juga datang dari para siswa SMP 1 Kemang, Bogor. Tim mereka menjuarai Lomba Lintas Nusantara dan berhak menyimpan piala bergilir dari Kemendikbud tahun ini.

“Ajang OHARA sangat baik untuk pemuda dan pemudi Indonesia. Kita dapat jauh memperdalam pengetahuan tentang budaya-budaya Indonesia karena pemuda sekarang banyak yang lebih dekat dengan budaya asing, dan dengan adanya ajang ini bisa membuktikan generasi zaman now tidak lupa dengan budaya Indonesia dan tidak menganggapnya sebagai hal yang kuno,” ungkap mereka. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *