Hadapi  Mitra Kukar, PSIS Krisis Pemain Belakang

SEMARANG (Asatu.id) – PSIS Semarang dilanda krisis pemain belakang saat bertandang melawan Mitra Kukar di Stadion Aji Imbut, Tenggarong, Minggu (28/10) sore pukul 15.30 WIB.

Tiga center back-nya dipastikan absen.  Fauzan Fajri tidak bisa merumput lantaran terkena akulasi dua kartu kuning. Dua pemain lain, yakni Peter Planic dan Haudi Abdillah masih berkutat dengan cedera yang menimpanya.

Praktis di lini ini, pelatih PSIS Jafri Sastra hanya menggantungkan kepada M Rio Saputra. Pemain ini berposisi asli sebagai bek tengah, sehingga peran Rio sangat diharapkan sang arsitek bisa meredam gempuran para penyerang Mitra Kukar.

Asisten Pelatih PSIS Semarang, Dwi Setiawan mengungkapkan pihaknya tidak mau berpikir negatif atas absen sejumlah pemain belakangnya. Untuk melapisi Rio Saputra, lanjutnya, tim pelatih telah menyiapkan Safrudin Tahar untuk membantu lini belakang yang dikoordiner Rio.

“Absen Fauzan, Peter Planic dan Haudi Abdillah membuat kami kekurangan pemain di sektor belakang. Kami berharap Tahar bisa memainkan posisi ini. Mudah-mudahan, dia bisa beradaptasi dengan posisi barunya,” kata Dwi Setiawan.

Di sektor penjaga gawang, lanjut dia, Joko Ribowo yang masih dililit cedera juga tidak disertakan pada lawatan ke Tenggarong. Untuk melapisi penjaga gawang utama, Jandia Eka Putra, PSIS membawa Sendri Johansah.

Sementara pada lawatan ke markas Mitra Kukar, PSIS memboyong 18 pemain. Meski dilanda krisis pemain belakang, mereka tetap bertekad untuk mempertahankan tren positif yang diraih pada tiga pertandingan terakhir.

Ke-18 pemain yang dibawa ke Kalimantan, yakni Jandia Eka Putra, Sendri Johansah, Gilang Ginarsa, Akbar Riansyah Putra, M Rio Putra, Safrudin Tahar, Frendi Saputra, Neri Alom, M Widya Ibrahim, Hafir Ibrahim, Melcior Leideker Majefat, Bayu Nug, Hari Nur Yulianto, Aldaier Makatindu, Komarodin, Gustur Cahyo Putro dan Bruno Silva.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *