Wali Kota Hendi akan Paparkan Potensi Semarang di 100 CEO Forum Indonesia

SEMARANG (Asatu.id) – Jumlah penanaman modal dari sektor privat ke Kota Semarang yang meningkat pesat dalam kurun waktu enam tahun terakhir telah menarik perhatian dunia usaha di Indonesia.

Tercatat hingga tahun 2011 rata-rata investasi yang masuk ke Kota Semarang hanya berkisar pada angka di bawah Rp 1 triliun, dengan capaian tertinggi sebesar Rp 0,9 triliun dalam satu tahun.

Jumlah investasi dari sektor privat tersebut kemudian meningkat tajam hingga mencapai angka Rp 20,5 triliun dalam satu tahun di 2017. Kondisi ini kemudian mengundang rasa penasaran dari CEO sejumlah perusahaan di Indonesia.

Untuk itu Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi diundang untuk dapat memaparkan kondisi ekonomi Kota Semarang serta proyeksi ke depannya dalam kegiatan 100 CEO Forum bertema “Indonesia Ramah Investasi”.

Wali Kota Semarang yang juga akrab disapa Hendi tersebut akan didapuk sebagai narasumber bersama dengan Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk, Vidjongtius, Chief Economist PT Bank Central Asia Tbk, David Sumual, serta Direktur Utama PT Bahana Securities, Feb Sumandar.

Hendi mengaku antusias untuk dapat hadir dalam kegiatan yang akan diselenggarakan pada tanggal 30 Oktober 2018 di Main Hall, Gedung Bursa Efek Indonesia tersebut. Pasalnya dia meyakini kesempatan tersebut dapat digunakannya untuk dapat menarik lebih banyak investasi di Kota Semarang.

“Menjadi kesempatan langka tentu saja bisa bercerita tentang Kota Semarang secara langsung di depan para CEO dari ratusan perusahaan besar di Indonesia,” tutur Wali Kota Semarang yang juga politisi PDI Perjuangan tersebut.

Dia mengharapkan dari pemaparannya di Jakarta tersebut nantinya para CEO dapat meluangkan waktu datang ke Kota Semarang untuk melihat kondisi sesungguhnya.

“Yang pasti kalau ditanya kami punya datanya, mulai dari jumlah wisatawan yang meningkat, pelayanan publik yang lebih baik, infrastruktur yang lebih mumpuni, aksesbilitas yang lebih terbuka, dan seterusnya,” tegasnya.

“Tapi namanya usaha tidak cuma sekedar angka saja, harus ada chemistry. Sehingga gimana caranya supaya ada chemistry itu? Ya harus datang langsung ke Kota Semarang untuk merasakan benar-benar kondisinya,” harapnya.

Hendi juga menegaskan, dalam menarik investasi, walaupun Kota Semarang hari ini fokus pada sektor perdagangan dan jasa, namun tidak serta merta menghentikan dukungan terhadap sektor industri di Kota Semarang.

“Perkembangan industri pasti tetap kita dukung, membuka aksesbilitas sebanyak-banyak serta peningkatan infrastruktur sebaik-baiknya adalah salah satu dukungan yang kami berikan,” pungkasnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

1 Respon

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *