BRT Trans Semarang Terima 642 Keluhan dan Saran Penumpang

SEMARANG (Asatu.id) – Selama periode Januari hingga 20 Oktober 2018, sebanyak 642 keluhan dan saran diterima BRT Trans Semarang dari 7 koridor yang saat ini telah berjalan.

Keluhan dan saran tersebut masuk, baik melalui call center 1 5000 94, media sosial berupa WhatsApp, Instragram, Twitter, Facebook, SMS, surat kabar dan sistem Lapor Hendi.

Sejauh kurun waktu tersebut, tercatat  jumlah keluhan dan saran yang diterima pada bulan Januari 83, Februari 105 , Maret 80, April 55, Mei 43, Juni  52, Juli 79, Agustus 41, September 68, dan Oktober 36. Adapun keluhan dan saran yang masuk dikelompokkan menjadi beberapa  klasifikasi.

Klasifikasi tersebut antara lain Armada tidak merapat shelter – 40, pelayanan driver – 143, kondisi bus – 84, kondisi shelter – 68, interval waktu pelayanan – 22, pelayanan petugas – 73, tiket – 23,  jalur tidak sesuai – 2, komplain rute – 43, komplain penumpang penuh – 0,  permintaan jalur khusus – 1, permintaan penambahan shelter – 68, permintaan penambahan armada – 31, penambahan jam layanan – 29 dan permintaan penambahan rute – 15.

Kepala Badan Layanan Umum UPTD Trans Semarang Ade Bhakti Ariawan mengatakan, keluhan dan saran dari pengguna jasa diperlukan untuk terus  memperbaiki pelayanan kepada masyarakat dan pengguna jasa. Menurutnya, keluhan dan saran yang diberikan masyarakat itu dapat memotivasi pihaknya untuk terus berbenah.

“Laporan yang masuk segera kami tindaklanjuti. Selama tahun 2018 sebanyak 30 driver yang tidak dapat memberikan pelayanan maksimal saat operasional armada, baik ngebut ugal-ugalan, menerobos lampu merah, laka, tidak disiplin, telah kami keluarkan,” tegasnya.

Sebelumnya, BRT Trans Semarang yang telah melayani sebanyak 7 koridor itu meliputi koridor 1 Mangkang – Penggaron, koridor 2 Sisemut – Terboyo, koridor 3 Pelabuhan – Elizabeth, Koridor 4 Cangkiran – Tawang, Koridor 5 Meteseh – Bandara, koridor 6 Undip – Unnes, dan Koridor 7 Genuk – USM – Balaikota.

Berdasarkan data yang ada di tahun 2018, rata-rata pengguna jasa BRT Trans Semarang dalam sehari mencapai  30.000 orang. Pengguna jasa meningkat seiring dengan kemudahan bertransaksi dalam pembayaran.

“Target penumpang Trans Semarang pada tahun 2018 sebanyak 12.847.536 orang penumpang, meliputi 7.030.816 penumpang umum dan 5.816.720 penumpang pelajar. Jika dirupiahkan total target pendapatan tahun 2018 adalah Rp.30.424.576.000,” imbuh Ade. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

1 Respon

  1. Friska berkata:

    Tolong dong pak d kasi tau anak buah nya yg kurus kecil songong sok sokan .. yg jaga di balaikota semarang .. jdi pegawe yg sopan jgn suka bentak * orng .. apa lagi yg d bentak* wanita* klo bsa d sp aja itu pgawe sprti itu ga ada sopan santun nya

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *